22 January 2026

Get In Touch

Pantai Mutiara Jadi Lokasi Konservasi Terumbu Karang Pelindo dan Pemkab Trenggalek

Wakil Bupati Trenggalek bersama Pelindo Sub Regional Jawa dan unsur terkait melakukan penanaman terumbu karang di Pantai Mutiara, Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek.
Wakil Bupati Trenggalek bersama Pelindo Sub Regional Jawa dan unsur terkait melakukan penanaman terumbu karang di Pantai Mutiara, Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek.

TRENGGALEK (Lentera) - Pantai Mutiara, Trenggalek, kembali menjadi pusat perhatian setelah Wakil Bupati Trenggalek Syah Mohamad Natanegara bersama Pelindo Sub Regional Jawa melakukan aksi konservasi dengan menanam ribuan terumbu karang sebagai upaya memulihkan ekosistem laut dan menjaga keberlanjutan lingkungan pesisir.

Kegiatan konservasi terumbu karang ini berlangsung di Pantai Mutiara, Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek. Program tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan (CSR) Pelindo yang secara rutin dilakukan di wilayah operasionalnya.

Trenggalek dipilih sebagai lokasi konservasi karena Pantai Mutiara masuk dalam kawasan yang direkomendasikan Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk rehabilitasi terumbu karang. Pada kegiatan ini, sebanyak 2.273 terumbu karang ditanam menggunakan tiga jenis media, yakni media meja, Bioreeftek, dan Fish House.

 Sub Regional Head Jawa Pelindo, Purwanto Wahyu Widodo, mengatakan kegiatan ini merupakan agenda tahunan perusahaan. “Hari ini kita melaksanakan kegiatan seremonial pelestarian terumbu karang di Pantai Mutiara. Ini merupakan program tahunan CSR Pelindo di Regional III Sub Regional Jawa,” ujarnya, Selasa (20/1/2026).

Ia menjelaskan, pemilihan Pantai Mutiara bukan tanpa alasan. “Pantai ini merupakan salah satu pantai yang direkomendasikan oleh Kementerian KKP untuk konservasi terumbu karang,” imbuhnya.

Pelindo berharap program ini tidak berhenti pada tahap penanaman. “Harapannya apa yang kita laksanakan bisa lestari dan berkembang. Kami akan melakukan evaluasi enam bulan hingga satu tahun. Jika dianggap berhasil, akan kita lanjutkan di periode-periode berikutnya,” tutur Wahyu.

Wakil Bupati Trenggalek, Syah Mohamad Natanegara, yang turut terlibat langsung dalam penanaman, mengapresiasi kolaborasi tersebut. “Kami berharap kegiatan ini benar-benar membantu rehabilitasi terumbu karang di Kabupaten Trenggalek. Kami juga mengajak berbagai pihak untuk bersama-sama menjaga alam bersama Pelindo dan masyarakat Trenggalek,” ucapnya.

Syah menambahkan, kegiatan konservasi terumbu karang telah menjadi agenda rutin di wilayahnya. “Hampir setiap tahun, bahkan bisa dua sampai tiga kali dalam setahun, kami melakukan penanaman terumbu karang bersama berbagai pihak di Pantai Mutiara. Kawasan ini menjadi salah satu pusat pengendalian ekosistem terumbu karang di Trenggalek,” jelasnya.

Ia pun berharap dukungan dari berbagai elemen terus mengalir. “Maka dari itu kami meminta support dari semua pihak agar kegiatan ini bisa menjadi rutinitas dan berkelanjutan di Pantai Mutiara,” katanya.

Sementara itu, Ketua Pokmaswas Rembeng Raya, Kacuk Wibisono, menyampaikan bahwa rehabilitasi terumbu karang di kawasan tersebut telah berjalan sejak 2006. “Alhamdulillah sejak 2006 sampai sekarang kami terus melakukan rehabilitasi secara berkelanjutan. Pertumbuhan terumbu karang bisa mencapai sekitar sembilan sentimeter per tahun,” terangnya.

Menurutnya, terumbu karang yang ditanam sejak awal kini telah berkembang pesat. “Ada yang diameternya sudah lebih dari satu meter. Ikan-ikan kecil dan ikan karang sudah banyak kembali, bahkan ikan yang dulu sempat pergi kini mulai kembali ke habitatnya,” jelas Kacuk.

Manfaat konservasi ini juga dirasakan langsung oleh nelayan. “Kalau cuaca buruk atau gelombang tinggi, nelayan bisa memancing atau menebar jaring tidak jauh dari lokasi konservasi,” ungkapnya.

Ia berharap pemerintah dan para donatur terus memberikan dukungan. “Kami berharap support untuk kegiatan bawah air terus berlanjut, sehingga konservasi terumbu karang ini bisa tetap lestari,” pungkasnya. (*)

 

 

Reporter: Herlambang
Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.