07 February 2026

Get In Touch

Jelang Angkutan Lebaran 2026, Daop 7 Madiun Siapkan SDM Perkuat Keselamatan Perjalanan KA

KAI Daop 7 Madiun menggelar Diklat Refreshing Awak Sarana Perkeretaapian (ASP) jelang Angkutan Lebaran 2026.
KAI Daop 7 Madiun menggelar Diklat Refreshing Awak Sarana Perkeretaapian (ASP) jelang Angkutan Lebaran 2026.

BLITAR (Lentera) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun terus mematangkan persiapan menyambut masa Angkutan Lebaran 2026, dengan melakukan pendidikan dan pelatihan (diklat) Refreshing Awak Sarana Perkeretaapian (ASP). 

Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari mengatakan fokus persiapan tidak hanya dilakukan pada aspek keandalan sarana dan prasarana, tetapi juga pada penguatan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM). 

"Salah satu langkah konkret yang dilakukan, adalah menyelenggarakan Diklat Refreshing Awak Sarana Perkeretaapian (ASP) Manual Tingkat Muda dengan Penggerak Non Listrik Angkatan I Tahun 2026," kata Tohari dalam keterangan, Jumat (6/2/2026).

Dijelaskannya, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen KAI untuk memastikan seluruh personel lapangan memiliki kesiapan mental dan teknis yang prima, menjelang lonjakan penumpang di masa Angkutan Lebaran.

“Tujuan utama dari Diklat Refreshing ASP ini adalah meningkatkan kompetensi, pemahaman, serta kesiapsiagaan awak sarana dalam menghadapi berbagai kondisi operasional di lapangan. Keselamatan perjalanan kereta api adalah yang utama, dan itu dimulai dari SDM yang kompeten,” jelasnya.

Tohari mengungkapkan, selama tiga hari pelatihan para peserta mendapatkan pembekalan intensif yang meliputi:

- Safety Refreshing: Pemaparan dari Tim Safety Inspector mengenai budaya keselamatan dan mitigasi risiko.

- Regulasi Operasional: Pendalaman Peraturan Dinas (PD) terkait tugas dan wewenang Awak Sarana.

- Teknik Penanganan Gangguan: Materi teknis mengenai cara mengatasi gangguan operasional di lintas, khususnya untuk lokomotif jenis CC 201, CC 203, dan CC 204.

Sebagai penutup rangkaian diklat, dilakukan praktik simulasi mengatasi gangguan operasional secara langsung pada lokomotif. 

"Simulasi ini dirancang agar awak KA memiliki ketepatan dan kecepatan dalam menerapkan pedoman kerja saat menghadapi kondisi tidak normal (emergency) di lintas," ungkapnya.

Tohari menambahkan, melalui pendidikan dan pelatihan berkelanjutan ini, Daop 7 Madiun berharap kualitas SDM yang dihasilkan mampu mendukung terciptanya operasional perkeretaapian yang selamat, andal, dan profesional.

"Kami ingin masyarakat yang menggunakan moda transportasi kereta api pada masa Lebaran nanti merasa aman dan nyaman. Daop 7 Madiun senantiasa berkomitmen menyediakan layanan yang mengutamakan keselamatan, keamanan, kenyamanan, serta ketepatan waktu," imbuhnya.

 

 

Reporter: Ais/Editor: Arief Sukaputra

 

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.