15 February 2026

Get In Touch

Bupati Cup Basket Ke-3 Digelar Meriah, Mas Ipin Dorong Pembinaan Atlet Muda

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin bersama jajaran pejabat, pengurus PERBASI, serta peserta berfoto bersama usai pembukaan Turnamen Bola Basket Bupati Cup Ke-3 di GOR Gajah Putih
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin bersama jajaran pejabat, pengurus PERBASI, serta peserta berfoto bersama usai pembukaan Turnamen Bola Basket Bupati Cup Ke-3 di GOR Gajah Putih

TRENGGALEK (Lentera) -Turnamen Bola Basket Bupati Cup ke-3 resmi dibuka Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin di GOR Gajah Putih, Senin (9/2/2026), dengan menghadirkan konsep berbeda melalui tema “The Power of Culture” yang memadukan olahraga, seni, serta pemberdayaan ekonomi kreatif.

Ajang yang diikuti puluhan peserta dari berbagai jenjang pendidikan ini diharapkan menjadi ruang pembinaan atlet muda sekaligus memperluas ekosistem basket di Trenggalek.

Turnamen yang berlangsung pada 3–14 Februari tersebut memperebutkan Piala Bupati Trenggalek untuk kategori SD, SMP, hingga SMA putra dan putri. Selain pertandingan basket, panitia juga menggelar kompetisi dance serta lomba fotografi dan videografi guna menambah daya tarik acara.

Bupati Trenggalek yang akrab disapa Mas Ipin menyebut penyelenggaraan turnamen ini menjadi bukti keseriusan pembinaan atlet oleh cabang olahraga yang tergabung dalam KONI. “Ini bentuk tanggung jawab cabor setelah menerima hibah. Mereka benar-benar memanfaatkannya untuk pembinaan usia dini dan menyelenggarakan turnamen, dan ini yang kita harapkan,” katanya.

Ia menilai kreativitas PERBASI Trenggalek patut diapresiasi karena mampu menghadirkan kegiatan yang berdampak luas, termasuk pada sektor ekonomi lokal. “Turnamen seperti ini tidak hanya soal prestasi, tapi juga memberdayakan UMKM sehingga memberi dampak ekonomi yang positif,” ujarnya.

Mas Ipin juga berharap Trenggalek bisa menjadi tuan rumah Liga Jatim pada tahun mendatang agar pembinaan atlet dapat berkembang lebih jauh. Menurutnya, keterlibatan pelatih dan pemain Pacific Caesar Surabaya dalam pembukaan menjadi peluang membangun jalur pembinaan menuju level profesional. “Talenta di grassroot harus punya jangkar ke level profesional, dan basket Trenggalek sekarang punya link-up dengan Pacific Caesar Surabaya,” tambahnya.

Ketua PERBASI Jawa Timur Grace Evi Ekawati mengapresiasi dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan olahraga basket. “Luar biasa PERBASI Trenggalek, apalagi bupatinya sangat support dan energik, bisa menjadi role model bagi anak muda,” katanya.

Evi juga menekankan pentingnya menjaga potensi atlet lokal agar tetap berkembang di daerah. “Saya minta jangan mudah melepas atlet keluar Jatim, karena potensi dan fasilitas di Trenggalek sebenarnya tidak kalah,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Mohammad Eka menjelaskan bahwa konsep “The Power of Culture” dipilih untuk menghadirkan ruang ekspresi yang lebih luas bagi generasi muda. “Turnamen ini bukan hanya basket, tapi juga ada dance competition serta fotografi dan videografi untuk menggabungkan olahraga dengan seni dan kreativitas,” jelasnya.

Turnamen ini diikuti 38 tim basket dari berbagai sekolah serta 11 peserta kompetisi dance. Partisipasi peserta juga semakin meluas dengan keikutsertaan wilayah baru seperti Kecamatan Tugu dan Suruh.

Pembukaan turnamen turut dihadiri salah satu pelatih Pacific Caesar Surabaya Diky Freedo, pemain profesional Dio Freedo Putra Prasetya asal Trenggalek, serta Daffa Dhoifullah. Kehadiran mereka diharapkan mampu menjadi motivasi bagi para peserta untuk terus berkembang dan melahirkan atlet basket profesional dari Trenggalek.

Reporter: Herlambang|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.