PALANGKA RAYA (Lentera) - Selama Ramadan, penanganan sampah menjadi salah satu perhatian serius Pemerintah Kota (Pemkot) Palangka Raya.
Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Khemal Nasery menyampaikan pertumbuhan penduduk dan meningkatnya aktivitas masyarakat, menjadi pemicu naiknya volume sampah terangkut setiap tahunnya.
"Meningkatnya volume sampah menjadi tantangan bersama yang harus ditangani secara kolaboratif, antara pemerintah dan masyarakat," papar Khemal, Senin (2/3/2026).
Ia melanjutkan, berdasarkan data dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palangka Raya, jumlah sampah yang terangkut pada 2021 tercatat sebanyak 39.718,4 kilo ton dan menurun pada 2022 sebanyak 39.664,6 kilo ton. Kemudian meningkat menjadi 40.259,06 kilo ton pada 2023. Selanjutnya pada 2024 mencapai 41.537 kilo ton dan di 2025 kembali naik menjadi 41.538 kilo ton.
Karena itu Khemal mengajak warga setempat untuk mulai peduli terhadap pengelolaan sampah dari sumbernya, yakni rumah tangga. Salah satu langkah sederhana namun berdampak besar yaitu dengan memilah sampah mulai dari rumah
“Mari kita lakukan hal kecil dengan memisahkan sampah organik dan anorganik, serta sampah yang memiliki nilai ekonomis, jika ini dilakukan secara konsisten, maka volume sampah yang diangkut ke tempat pembuangan akhir akan dapat diminimalisir,” jelasnya.
Ia juga meminta, masyarakat untuk memanfaatkan keberadaan bank sampah di lingkungan masing-masing. Selain membantu mengurangi timbunan sampah, bank sampah juga memberikan nilai tambah ekonomi bagi warga yang memanfaatkannya.
Khemal juga mengimbau, masyarakat untuk menggunakan jasa operator pengumpul sampah resmi dengan sistem berlangganan. Sampah yang telah dipilah dapat diserahkan kepada operator untuk diangkut secara terjadwal, sehingga dapat mencegah praktik pembuangan sampah sembarangan yang berpotensi mencemari lingkungan.
“Dengan adanya partisipasi aktif masyarakat, diharapkan pengelolaan sampah dapat berjalan lebih efektif, sekaligus menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan di Kota Palangka Raya,” pungkasnya.
Reporter: Novita/Editor: Ais






