23 March 2026

Get In Touch

Saling Serang Fasilitas Nuklir, Rudal Iran Hantam Kota Dimona Israel

Bangunan-bangunan rusak parah di kota sekitar 25 kilometer (15 mil) timur laut Dimona. (Ist)
Bangunan-bangunan rusak parah di kota sekitar 25 kilometer (15 mil) timur laut Dimona. (Ist)

JAKARTA (Lentera) - Militer Israel menyampaikan sebuah rudal Iran telah menghantam Kota Dimona. Lokasi tersebut merupakan tempat fasilitas nuklir berada.

Serangan ini.terjadi setelah, Amerika Serikat (AS) dan Israel menyerang fasilitas nuklir Natanz Iran.

Dilansir AFP, Minggu (22/3/2026) militer Israel mengatakan ada serangan rudal langsung ke sebuah bangunan di kota Dimona yang terletak di gurun Negev tersebut pada Sabtu (21/3/2026) waktu setempat.

Sementara, televisi pemerintah Iran mengatakan serangan terhadap kota Israel sebagai balasan atas serangan terhadap situs nuklir. Organisasi energi atom Iran sebelumnya mengatakan pada hari itu bahwa kompleks pengayaan Natanz menjadi sasaran dan tidak ada kebocoran bahan radioaktif yang dilaporkan.

Petugas pemadam kebakaran Israel melaporkan serangan langsung di sebuah kota di Israel selatan itu menyebabkan kerusakan parah pada beberapa bangunan.

"Menindaklanjuti laporan serangan di kota Arad, ini adalah serangan di pusat kota di antara bangunan tempat tinggal," kata dinas tersebut dalam sebuah pernyataan, menambahkan bahwa itu adalah serangan langsung.

"Kerusakan parah terjadi di lokasi tersebut," ujarnya.

Media Israel menunjukkan bangunan-bangunan yang rusak parah di kota tersebut, sekitar 25 kilometer (15 mil) timur laut Dimona, sebuah kota yang diserang beberapa jam sebelumnya dan memiliki fasilitas nuklir.

Petugas medis Israel mengatakan sekitar 30 orang terluka di kota Arad, Israel selatan, setelah polisi melaporkan adanya puing-puing yang berjatuhan menyusul peringatan akan serangan dari Iran.

Natanz Iran Diserang AS-Israel 

Diberitakan sebelumnya, Amerika Serikat (AS) dan Israel menyerang fasilitas nuklir Natanz Iran. Serangan AS-Israel tersebut dilaporkan organisasi energi atom republik Islam tersebut di tengah suasana Idulfitri.

"Menyusul serangan kriminal oleh Amerika Serikat dan rezim Zionis yang merebut kekuasaan terhadap negara kami, kompleks pengayaan Natanz menjadi sasaran pagi ini," kata organisasi tersebut dalam sebuah pernyataan yang dimuat oleh kantor berita Tasnim, dilansir AFP, Sabtu (21/3/2026).

Ditambahkan bahwa "tidak ada kebocoran bahan radioaktif yang dilaporkan" di daerah tersebut di Iran tengah.

Editor:Widyawati/afp,ist




 

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.