25 March 2026

Get In Touch

Prabowo Ingin Motor-Mobil Dikonversi Listrik, BBM untuk Kelas Atas

Presiden RI Prabowo Subianto.
Presiden RI Prabowo Subianto.

JAKARTA (Lentera) - Presiden RI, Prabowo Subianto mengungkap rencana untuk mengonversi massal kendaraan bermotor menjadi kendaraan listrik berbasis baterai. Sedangkan Bahan Bakar Minyak (BBM) akan diperuntukkan bagi kalangan kelas atas. 

"Rencana secara keseluruhan kendaraan bermotor kita akan konversi ke motor listrik. Semua mobil, truk, traktor harus tenaga listrik," ujar Prabowo dalam tayangan YouTube yang dikutip dari CNN Indonesia, Rabu (25/3/2026).

Menurutnya, penggunaan BBM ke depan akan semakin terbatas dan cenderung menjadi konsumsi kalangan tertentu. Prabowo bahkan menyindir bahan bakar fosil nantinya hanya digunakan oleh masyarakat kelas atas.

"Jadi nanti orang kaya yang punya Lamborghini, Ferrari, silakan pakai bensin, bayar saja harga dunia," tegasnya.

Ia menjelaskan, pemerintah telah melakukan simulasi terkait efisiensi biaya penggunaan kendaraan listrik. Hasilnya, biaya operasional kendaraan listrik dinilai jauh lebih hemat dibandingkan kendaraan berbahan bakar bensin.

"Kami sudah bikin simulasi, ternyata yang naik motor kalau pakai listrik pengeluaran tinggal 20 persen, seperlima. Jadi ini our game changer," ungkapnya.

Sementara itu, Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia menyampaikan pemerintah tengah mempercepat transisi energi melalui program konversi kendaraan bermotor, khususnya sepeda motor yang jumlahnya mencapai sekitar 120 juta unit di Indonesia.

"Kendaraan bermotor kita yang 120 juta motor yang memakai bensin, kami akan mencoba bertahap untuk melakukan konversi ke motor listrik," ujar Bahlil dalam keterangannya kepada media.

Dijelaskannya, program konversi motor listrik sebenarnya telah berjalan dalam beberapa tahun terakhir. Setiap tahunnya, sekitar 200 ribu unit sepeda motor berhasil dikonversi dari berbahan bakar bensin menjadi motor listrik.

Ke depan, pemerintah menargetkan percepatan program tersebut seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin menekan biaya konversi. Saat ini, biaya konversi disebut telah turun ke kisaran Rp5 juta hingga Rp6 juta per unit.

"Sekarang sudah mulai ada teknologi yang lebih murah, jadi semakin ke sini semakin terjangkau," jelasnya.

Pemerintah juga tengah menyusun berbagai skema insentif dan dukungan agar masyarakat lebih mudah melakukan konversi kendaraan. Langkah ini diharapkan mampu mendorong adopsi kendaraan listrik secara masif di Indonesia.

"Pemerintah bisa hadir bersama-sama dalam mengurangi beban masyarakat dalam konversi," pungkas Bahlil.

Editor:Santi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.