01 April 2026

Get In Touch

Efisiensi BBM, Pemkot Yogyakarta Jatah Mobil Dinas 5 Liter dan Motor 1 Liter Sehari

 Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo. (foto:ist/Kompas.com)
 Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo. (foto:ist/Kompas.com)

YOGYAKARTA (Lentera) - Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo bakal menjatah Bahan Bakar Minyak (BBM) kendaraan mobil dinas 5 liter per hari, kemudian motor dinas  1 liter per hari untuk efisiensi BBM. 

Program yang akan dilakukan Hasto ini adalah plafonisasi, dengan menjatah BBM bagi kendaraan mobil dinas maupun motor dinas. 

“Mobil akan saya jatah 5 liter maksimal per hari, sehingga kalau 4 hari 20 liter. Kalau motor akan saya jatah 1 liter saja per hari untuk operasional saja kalau 4 hari 4 liter kalau itu dilakukan mengurangi hampir 30 persen belanja BBM,” ujarnya saat ditemui di Balai Kota Yogyakarta mengutip Kompas.com, Selasa (31/3/2026). 

Menurut Hasto, selama ini banyak mobil dinas yang digunakan hingga rumah ASN yang berada di luar Kota Yogyakarta. 

“Ikut pulang ke mana yang jauh-jauh itu, bensinnya enggak cukup 5 liter,” ujarnya. 

Menurutnya dengan model plafonisasi ini, pihaknya lebih mudah untuk mengawasi karena setiap mengeklaim BBM hanya diperbolehkan sesuai dengan jatah yang ditentukan. 

“Kadang-kadang keperluan pulang karena rumahnya di luar Kota Yogyakarta, kalau over bujet ya nambah sendiri. Plafonisasi itu lebih gampang,” katanya. 

Hasto menyampaikan, selain melakukan plafonisasi untuk penghematan BBM, pihaknya juga merancang jadwal work from home (WFH) bagi para pegawai. 

Dipastikannya, jika nanti WFH diterapkan pelayanan publik seperti di kantor kelurahan, kesehatan, kecamatan, pelayanan yang menyangkut keamanan seperti Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Perizinan, tetap diberlakukan masuk hingga hari Jumat. 

Sedangkan yang lainnya, sementara ini pihaknya masih menunggu surat resmi dari Kementerian Dalam Negeri. 

“Kita menunggu surat dari Pak Menteri Dalam Negeri, untuk kita diperintahkan seperti apa misalkan satu hari (WFH) hari Jumat ya hari Jumat (WFH),” kata Hasto. 

Skenario lainnya, Hasto juga sudah menghitung untuk mengganti kehilangan jam kerja pada hari Jumat jika nantinya WFH diberlakukan. Kehilangan jam kerja pada hari Jumat, nantinya diganti pada hari lainnya. 

“Agar kehilangan tidak sebanyak 5,5 jam, serta pelayanan bisa dijaga,” tandasnya. 

Ditambahkannya, pihaknya akan membentuk kesadaran ASN agar tidak terlalu sering menggunakan BBM dengan beralih ke sepeda atau sepeda listrik. Namun, untuk menerapkan skenario-skenario ini Pemkot Yogyakarta masih membutuhkan aturan resmi dari pemerintah pusat imbuhnya.

 

 

Editor: Arief Sukaputra

 

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.