05 April 2026

Get In Touch

Ajang Talenta Jatim 2026, Khofifah: Perkuat Ekosistem Pendidikan Berbasis Prestasi

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. (foto:ist/Ant/Biro Adpim Pemprov Jatim)
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. (foto:ist/Ant/Biro Adpim Pemprov Jatim)

SURABAYA (Lentera) - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mendorong ajang Talenta Prestasi Murid Jawa Timur 2026 memperkuat ekosistem pendidikan berbasis prestasi, sekaligus menyiapkan generasi unggul berdaya saing nasional hingga internasional melalui pembinaan terarah dan berkelanjutan.

“Mudah-mudahan ajang talenta Jawa Timur bisa menghasilkan talenta-talenta berprestasi luar biasa, tidak hanya tingkat provinsi, tapi juga berjaya di tingkat nasional dan melaju di tingkat internasional,” kata Khofifah dalam keterangan di Surabaya melansir Antara, Minggu (5/4/2026).

Ajang Talenta Prestasi Murid Jawa Timur 2026 yang dimulai, Sabtu (4/4/2026), melibatkan ribuan murid terbaik dari seluruh kabupaten/kota sebagai bagian strategi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur dalam menjaring dan mengembangkan potensi siswa.

Gubernur Khofifah menegaskan, ajang tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem pendidikan berbasis prestasi sekaligus menargetkan capaian juara umum.

Sebelumnya, Jatim meraih juara pada berbagai kompetisi nasional, seperti Olimpiade Sains Nasional (OSN), Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), Festival dan Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N), Lomba Kompetensi Siswa (LKS), Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI), Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI), serta Lomba Debat Indonesia (LDI).

“Melalui ajang ini, kita ingin memastikan bahwa setiap talenta terbaik Jatim mendapat ruang untuk berkembang dan berprestasi. Karena, dari sinilah kita membangun generasi emas yang akan membawa Jawa Timur dan Indonesia semakin maju,” tegasnya.

Ia menambahkan, ajang talenta juga menjadi bentuk apresiasi bagi murid berprestasi yang dapat dimanfaatkan untuk masuk perguruan tinggi negeri (PTN) melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).

“Karena mendapatkan apresiasi, bahkan dengan talenta yang dimiliki mencapai prestasi bisa dimanfaatkan untuk masuk PTN di jalur prestasi SNBP, maka kenapa Jatim selalu terbanyak secara nasional masuk PTN jalur SNBP, karena kepedulian pemerintah akan talenta-talenta dari para murid hebat Jatim,” imbuhnya.

Berdasarkan data SNBP 2026, sebanyak 29.046 siswa asal Jawa Timur diterima di PTN dari 108.122 pendaftar, sekaligus menjadikan provinsi tersebut sebagai yang tertinggi secara nasional selama tujuh tahun berturut-turut sejak 2019 hingga 2026.

Selain itu, Jawa Timur juga menjadi provinsi dengan jumlah penerima terbanyak Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K), yakni 8.915 siswa diterima dari 40.213 pendaftar.

“Catatan ini menjadi kabar baik bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera. Karena ini mengecilkan gap yang ada dalam akses pendidikan tinggi. Kami ingin memastikan bahwa tidak ada anak di Jawa Timur yang putus sekolah karena alasan ekonomi. Program KIP-K adalah salah satu instrumen penting untuk itu," pungkasnya.

 

Editor: Arief Sukaputra

 

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.