22 April 2026

Get In Touch

Stok Minyak Goreng Aman di Tengah Kenaikan Harga, Mendag: Dipicu Biaya Plastik

Menteri Perdagangan Budi Santoso. (foto: instagram/budisantosofficial)
Menteri Perdagangan Budi Santoso. (foto: instagram/budisantosofficial)

JAKARTA (Lentera) - Pemerintah memastikan stok minyak goreng aman di tengah kenaikan harga di pasaran. Menteri Perdagangan, Budi Santoso, menyebut lonjakan harga tersebut dipicu meningkatnya biaya kemasan plastik yang membebani produsen.

"Pada prinsipnya stok barang ada, tidak ada masalah. Jadi ketersediaan pasokan aman. Memang salah satu imbas kenaikan itu karena harga plastik," ujar Budi usai menghadiri rapat koordinasi di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, melansir Antara, Selasa (21/4/2026).

Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP), harga minyak goreng rakyat merek Minyakita saat ini berada di kisaran Rp15.900 per liter. Angka tersebut sedikit melampaui harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah sebesar Rp15.700 per liter.

Tak hanya minyak goreng rakyat, kenaikan juga terjadi pada minyak goreng premium. Data SP2KP mencatat harga komoditas tersebut mencapai Rp21.796 per liter di sejumlah wilayah.

Menurut Budi, produsen masih mampu menjaga pasokan tetap stabil. Oleh karena itu, masyarakat diminta tidak khawatir terhadap potensi kelangkaan minyak goreng di pasar.

Kementerian Perdagangan juga telah menjalin komunikasi dengan para produsen guna memastikan proses produksi tetap berjalan normal di tengah tekanan biaya bahan pendukung.

Selain itu, koordinasi turut dilakukan dengan pelaku industri plastik untuk menjamin ketersediaan bahan baku. Pemerintah bahkan membuka opsi skema impor guna menjaga stabilitas pasokan plastik di dalam negeri.

Budi menyebut, pemerintah tidak hanya fokus pada sektor hilir, tetapi juga memperhatikan kondisi industri hulu seperti plastik yang memiliki pengaruh signifikan terhadap harga akhir produk pangan.

Ia berharap, ketika produksi dan distribusi plastik kembali normal, pelaku usaha dapat segera menyesuaikan harga agar lebih terjangkau bagi masyarakat.

Di sisi lain, pemerintah mengingatkan distributor agar tidak mengambil keuntungan berlebih di tengah kondisi pasar yang mulai stabil, demi mencegah distorsi harga di berbagai daerah.

Pemerintah juga menegaskan, kenaikan biaya plastik tidak boleh berdampak luas terhadap komoditas lain, khususnya produk yang tidak bergantung pada kemasan plastik.

Hingga saat ini, pemerintah juga belum membahas penyesuaian HET minyak goreng. Namun, koordinasi lintas kementerian terus dilakukan untuk mencari solusi komprehensif, baik dari sisi hulu maupun hilir, guna menjaga stabilitas harga pangan nasional.

Editor: Santi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.