05 May 2026

Get In Touch

Khofifah Tekankan Evaluasi BUMD Harus Berbasis Kinerja Masing-Masing

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa

SURABAYA (Lentera) - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menegaskan evaluasi terhadap Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) harus dilakukan berdasarkan kinerja masing-masing, bukan disamaratakan, usai rapat paripurna DPRD Jatim di Surabaya, Selasa (5/5/2026).

Menurut Khofifah, seluruh BUMD di Jawa Timur telah berkomitmen menjalankan prinsip Good Corporate Governance (GCG) dan menerapkan Key Performance Indicator (KPI) yang terukur. Namun, ia menilai penilaian terhadap BUMD tidak bisa dilakukan secara generalisasi.

"Ini kan kayak digebyah-uyah (disamaratakan). Padahal Bank Jatim itu keuntungannya tertinggi di antara seluruh bank daerah di Indonesia," ujar Khofifah.

Ia menjelaskan, besaran dividen Bank Jatim yang tidak setinggi Bank Jateng bukan disebabkan oleh kinerja yang rendah, melainkan karena adanya kebijakan investasi, termasuk penguatan teknologi dan ekspansi layanan.

Menurutnya, salah satu bentuk investasi tersebut adalah pengembangan layanan digital JConnect yang kini telah terkoneksi hingga Malaysia dan Arab Saudi.

"Teknologi itu kan sesuatu yang tidak murah. Jadi kalau sekarang sedang membangun koneksitas dengan JConnect, terutama yang baru saja diluncurkan beberapa hari lalu itu untuk Malaysia dan Saudi Arabia, itu menurut saya adalah sebuah terobosan," katanya.

Selain itu, Khofifah juga menyoroti adanya peningkatan kinerja pada BUMD lain, seperti PT Panca Wira Usaha Jatim (PJU). Ia menyebut kontribusi dividen PJU terhadap PAD mengalami kenaikan dari Rp24 miliar menjadi Rp34 miliar.

Di sisi lain, Khofifah turut meluruskan pandangan sejumlah fraksi terkait Penyertaan Modal Daerah (PMD). Ia menegaskan, sejak menjabat sebagai gubernur pada 2019, tidak ada kebijakan PMD baru yang ditetapkan oleh Pemprov Jatim.

"Kalau ada di APBD 2019, itu keputusan tahun 2018 sebelum saya menjabat, jadi saya ingin menyampaikan periode kami dari 2019 sampai hari ini belum ada APBD untuk PMD" tegasnya.

Meski demikian, Khofifah menyatakan tetap menyambut baik berbagai rekomendasi DPRD Jatim, khususnya yang berkaitan dengan penguatan tata kelola dan peningkatan produktivitas BUMD.

"Kita harus melakukan perbaikan-perbaikan, apa yang menjadi rekomendasi saya menyambut sangat baik. Tetapi ya tidak bisa dinafikan kalau misalnya PJU mengalami peningkatan PAD-nya, Bank Jatim tertinggi keuntungannya, lalu PMD sejak saya jadi gubernur belum pernah ada," pungkasnya.

Reporter: Pradhita/Editor: Santi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.