25 May 2026

Get In Touch

Kadisdik Surabaya Dalami Dugaan Keracunan MBG: SOP Sudah Dijalankan

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Febrina Kusumawati
Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Febrina Kusumawati

SURABAYA (Lentera) - Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya membenarkan adanya dugaan keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa ratusan siswa di sejumlah sekolah, Senin (11/5/2026). Hingga kini, ratusan siswa dari 12 sekolah dari jenjang TK, SD, hingga SMP dilaporkan terdampak.

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Febrina Kusumawati, mengatakan pihak sekolah sebenarnya telah menjalankan prosedur operasional standar (SOP) sebelum makanan dibagikan kepada siswa, termasuk melakukan pengecekan awal terhadap menu MBG.

"Teman-teman guru telah menjalankan SOP pengecekan terhadap MBG yang akan dibagikan dan tidak terjadi apa-apa. Mungkin di bumbu atau yang lain perlu pendalaman," kata Febrina, Senin (11/5/2026).

Meski demikian, setelah sejumlah siswa mulai mengeluhkan gejala mual, muntah, dan pusing, para guru disebut langsung bergerak cepat melakukan koordinasi lintas kelas hingga antar sekolah guna memantau perkembangan kasus.

"Teman-teman guru tadi gerak cepat berkoordinasi dengan guru kelas lain dan sekolah lain," jelasnya.

Febrina juga mengonfirmasi, berdasarkan pembaruan data sementara yang diterima Dispendik, ada sekitar 12 sekolah yang terindikasi terdampak dugaan keracunan MBG. "Ya, betul. Update terakhir di kami 12 sekolah," tambahnya.

Sebelumnya, ratusan siswa di Surabaya dilaporkan mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap makanan dari program MBG. Mereka kemudian mendapat penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk Puskesmas Tembok Dukuh.

Saat ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Dinas Kesehatan dan pihak terkait masih melakukan investigasi untuk memastikan penyebab insiden tersebut, termasuk menguji sampel makanan yang diduga menjadi pemicu keracunan.

Reporter: Amanah/Editor: Santi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.