MALANG (Lentera) - Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Pujiharjo di Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, telah rampung 100 persen.
Di tengah kabar kawasan tersebut masuk lokasi yang akan diresmikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto, nelayan setempat berharap agar kedatangan kepala negara dapat menuntaskan tiga persoalan krusial yang hingga kini belum terealisasi.
Ketiga persoalan tersebut, yakni pengerukan sedimentasi di muara sungai, penyediaan air bersih, serta pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN).
"Pembangunannya sudah rampung 100 persen. Masyarakat optimistis kalau Presiden jadi datang, semua itu akan selesai. Mudah-mudahan juga anggarannya ada untuk memenuhi 3 usulan itu," ujar Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Malang, Victor Sembiring, ditemui di Kantor Dinas Perikanan Kabupaten Malang, Selasa (12/5/2026).
Menurutnya, ketiga aspirasi nelayan tersebut telah disampaikan langsung kepada Menteri Kelautan dan Perikanan saat meninjau KNMP Pujiharjo pada Februari 2026 lalu.
Menurut Victor, kunjungan Menteri Kelautan dan Perikanan beberapa bulan lalu menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai kebutuhan yang dinilai sangat mendesak agar aktivitas nelayan dapat berjalan optimal.
Persoalan paling krusial adalah sedimentasi tinggi di muara Sungai Pujiharjo. Kondisi itu menghambat kapal-kapal nelayan untuk bersandar di kawasan KNMP.
"Sehingga perlu dilakukan pengerukan. Sedimentasinya cukup tinggi, termasuk adanya penutupan oleh pasir laut," jelasnya.
Di saat yang sama, Pemkab Malang juga mengupayakan dukungan dari Kementerian Pekerjaan Umum melalui Dinas PU Sumber Daya Air. "Kami terus berproses. Mudah-mudahan bisa segera dieksekusi," imbuh Victor.
Selain muara, kebutuhan air bersih juga menjadi persoalan serius. Selama ini warga dan nelayan di kawasan tersebut hanya mengandalkan air sumur yang cenderung payau.
Sebagai solusi jangka pendek, pemerintah pusat telah memasang sistem penyaringan air sehingga air sumur yang sebelumnya payau dapat diolah menjadi layak konsumsi.
Namun untuk solusi jangka panjang, pemerintah tengah mendorong pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dengan PDAM Tirta Kanjuruhan sebagai leading sector.
"Untuk air bersih ada sinyal-sinyal positif. Mudah-mudahan bisa segera dibangun SPAM di sana," katanya.
Kebutuhan mendesak berikutnya adalah SPBUN. Menurut Victor, fasilitas ini sangat dibutuhkan agar nelayan tidak kesulitan memperoleh bahan bakar saat melaut.
"Pak Menteri menyanggupi pembangunan SPBUN pada tahun ini. Waktu itu tertunda karena anggarannya belum mencukupi," ungkapnya.
Masuknya KNMP Pujiharjo dalam salah satu lokasi yang rencananya akan diresmikan langsung oleh Presiden membuat pemerintah pusat semakin intens melakukan pengecekan lapangan.
Victor menyebut, Staf Ahli Menteri Kelautan dan Perikanan, Irjen Pol Victor Manopo, telah turun langsung untuk memeriksa kesiapan lokasi, termasuk area helipad.
Tidak lama berselang, kata Victor, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan juga datang untuk memastikan kondisi jalan, helipad, dan kesiapan kawasan secara keseluruhan.
"Sekarang yang mulai dikerjakan adalah jalan dari titik pendaratan helipad menuju kampung nelayan," kata Victor.
Di sisi lain, Pemkab Malang juga mempercepat operasionalisasi seluruh fasilitas yang sudah tersedia. Salah satunya adalah Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang akan segera diaktifkan melalui sosialisasi kepada masyarakat.
Sejumlah sarana penunjang juga telah beroperasi, mulai dari pabrik es, cold storage, hingga kios nelayan yang menyediakan mesin kapal, alat tangkap, dan cool box.
Reporter: Santi Wahyu/Editor: Ais





