24 May 2026

Get In Touch

Ribuan Ton Tabir Surya Ancam Ekosistem Laut

Ribuan Ton Tabir Surya Ancam Ekosistem Laut

SURABAYA ( LENTERA ) -  Penggunaan tabir surya memang penting untuk melindungi kulit dari dampak buruk sinar matahari. Namun di sisi lain, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kandungan bahan kimia tertentu dalam produk sunscreen dapat memberi dampak negatif terhadap ekosistem laut, khususnya terumbu karang.

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Environmental Health Perspectives memperkirakan sekitar 25 persen tabir surya yang digunakan wisatawan akan larut ke laut saat berenang atau beraktivitas di perairan.

Jumlahnya diperkirakan mencapai sekitar 5.000 ton setiap tahun di kawasan terumbu karang di seluruh dunia. Angka tersebut dinilai cukup mengkhawatirkan karena sebagian kandungan kimia dalam sunscreen bersifat toksik bagi karang laut.

Beberapa peneliti bahkan menyebut jumlah sebenarnya kemungkinan lebih besar. Pasalnya, penelitian sebelumnya belum sepenuhnya menghitung gesekan tubuh saat berenang yang dapat membuat lebih banyak tabir surya terlepas ke air. Padahal, terumbu karang memiliki peran penting bagi kehidupan laut karena menjadi habitat bagi sekitar seperempat spesies laut di dunia meski hanya menutupi sebagian kecil wilayah samudra.

Pencemaran tabir surya ternyata tidak hanya berasal dari aktivitas berenang. Kandungan kimia dari produk tersebut juga dapat masuk ke perairan melalui limbah rumah tangga, seperti saat seseorang mandi, mencuci handuk pantai, atau buang air kecil setelah menggunakan sunscreen. Limbah ini kemudian mengalir menuju sungai hingga berakhir di laut.

Masalahnya, instalasi pengolahan limbah air konvensional dinilai belum mampu menyaring sebagian besar senyawa penyaring ultraviolet secara maksimal. Akibatnya, zat kimia tersebut tetap terbawa ke lingkungan laut dan berpotensi mengganggu ekosistem.

Dua bahan yang paling banyak mendapat sorotan adalah oxybenzone dan octinoxate. Kedua senyawa ini umum ditemukan dalam produk tabir surya kimia dan disebut memiliki dampak buruk terhadap kesehatan terumbu karang. Penelitian yang diterbitkan dalam Archives of Environmental Contamination and Toxicology pada 2016 menemukan bahwa oxybenzone dapat menyebabkan perubahan pada larva karang, dari yang semula sehat menjadi cacat dan tidak bergerak.

Bahan tersebut juga memicu proses pemutihan karang atau coral bleaching. Dalam kondisi ini, karang kehilangan alga yang menjadi sumber makanan dan pemberi warna alami mereka. Karang yang mengalami pemutihan menjadi lebih lemah, mudah terserang penyakit, hingga berisiko mati apabila kondisi stres berlangsung terus-menerus.

Tak hanya itu, oxybenzone juga disebut mampu merusak DNA larva karang dan memicu pembentukan kerangka secara prematur. Para peneliti menemukan bahwa zat ini tetap beracun meski berada dalam konsentrasi sangat rendah.
Di kawasan wisata populer seperti Hanauma Bay di Hawaii, ribuan wisatawan yang snorkeling setiap hari diperkirakan meninggalkan ratusan pon tabir surya di laut. Kondisi tersebut semakin memperbesar ancaman bagi ekosistem bawah laut.

Para ahli juga mengingatkan bahwa zat kimia dalam sunscreen tidak berhenti di laut saja. Kandungan tersebut telah ditemukan pada tubuh ikan dan organisme laut lain sehingga memunculkan kekhawatiran mengenai rantai makanan dan keamanan konsumsi hasil laut.

Sebagai alternatif, sejumlah pakar menyarankan penggunaan tabir surya berbahan mineral seperti zinc oxide dan titanium dioxide dalam bentuk non-nano karena dinilai lebih aman bagi lingkungan laut. Selain itu, wisatawan juga dianjurkan memakai pakaian pelindung seperti rash guard, topi, atau baju renang lengan panjang untuk mengurangi penggunaan sunscreen berlebihan.

Para ahli turut menyarankan agar pengguna menghindari sunscreen berbentuk aerosol karena partikel semprotan dapat menyebar ke lingkungan sekitar. Mengoleskan sunscreen setidaknya 15 menit sebelum berenang juga dianggap membantu agar produk lebih menempel di kulit dan tidak mudah larut ke air.

Kekhawatiran terhadap dampak tabir surya terhadap laut membuat sejumlah wilayah mulai mengambil langkah tegas. Hawaii menjadi negara bagian pertama di Amerika Serikat yang melarang penjualan sunscreen mengandung oxybenzone dan octinoxate. Beberapa wilayah lain seperti Key West, Palau, dan Kepulauan Virgin AS juga menerapkan aturan serupa demi melindungi terumbu karang mereka.(ist/dya)

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.