24 May 2026

Get In Touch

Trump Berada di Gedung Putih Saat Rentetan Tembakan Pecah, Pelaku Tewas

Polisi dan anggota Secret Service memblokir jalan-jalan di sekitar Gedung Putih, Sabtu (23/5/2026). (AFP)
Polisi dan anggota Secret Service memblokir jalan-jalan di sekitar Gedung Putih, Sabtu (23/5/2026). (AFP)

JAKARTA (Lentera) - Rentetan tembakan mengguncang area dekat Gedung Putih, Amerika Serikat, Sabtu (23/5/2026) petang waktu setempat. Insiden itu terjadi saat Presiden AS Donald Trump diketahui berada di dalam kompleks Gedung Putih dan tengah memantau perkembangan negosiasi perdamaian dengan Iran.

Peristiwa penembakan tersebut terjadi sekitar pukul 18.00 waktu setempat di area pos pemeriksaan keamanan luar kompleks Gedung Putih. Seorang pria bersenjata dilaporkan mendekati pos pemeriksaan sebelum tiba-tiba melepaskan tembakan ke arah petugas Secret Service.

Agen Secret Service yang berjaga langsung merespons dengan tembakan balasan. Kontak senjata pun tidak terhindarkan di area pengamanan salah satu lokasi paling vital di Amerika Serikat tersebut.

Juru bicara Secret Service mengatakan pelaku berhasil dilumpuhkan setelah terkena tembakan petugas. Pelaku kemudian dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

"Setelah pria bersenjata itu melepaskan tembakan ke arah agen di pos pemeriksaan keamanan dekat Gedung Putih, petugas polisi Secret Service membalas tembakan, mengenai tersangka," ujar pernyataan resmi Secret Service, mengutip Detik, Minggu (24/5/2026).

Selain pelaku, satu warga sipil juga dilaporkan terkena tembakan saat baku tembak berlangsung. Namun hingga kini, otoritas belum memastikan apakah warga tersebut terkena peluru dari pelaku atau dari arah tembakan balasan petugas keamanan.

"Selama penembakan, seorang warga sipil juga terkena tembakan. Masih belum jelas apakah warga sipil tersebut terkena tembakan awal tersangka atau selama baku tembak berikutnya," terang juru bicara Secret Service.

Hingga Minggu (24/5/2026), pihak berwenang belum mengungkap identitas pelaku maupun kondisi terkini warga sipil yang menjadi korban luka dalam insiden tersebut.

"Personel Secret Service tidak terluka dan Presiden Donald Trump berada di kediaman dan tidak terpengaruh," kata pihak Secret Service.

Seorang pejabat Gedung Putih juga menyebut Trump telah menerima pengarahan langsung terkait insiden penembakan tersebut. Aktivitas kepresidenan disebut tetap berjalan normal usai kejadian.

Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap langkah diplomasi AS dalam upaya mengakhiri ketegangan dengan Iran. Beberapa jam sebelum penembakan terjadi, Trump menyatakan peluang tercapainya kesepakatan damai dengan Iran semakin terbuka.

"Saya tidak bisa memberi tahu Anda sebelum saya memberi tahu mereka, kan?" ujar Trump saat ditanya mengenai detail kesepakatan tersebut.

Editor: Santi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.