29 May 2026

Get In Touch

Jatim Kontributor Terbesar Produksi Gula Nasional, Gubernur Khofifah Optimis Terus Meningkat

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat meninjau proses produksi gula di Pabrik Gula (PG) Ngadirejo, Kabupaten Kediri.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat meninjau proses produksi gula di Pabrik Gula (PG) Ngadirejo, Kabupaten Kediri.

SURABAYA (Lentera) – Produksi gula Jatim konsisten berada di atas rata-rata 1 juta ton per tahun. Berdasarkan publikasi Outlook Tebu/Gula 2025 Direktorat Jenderal Perkebunan, rata-rata produksi gula Jatim selama periode 2021–2025 mencapai 1,185 juta ton per tahun dan menempatkan Jatim sebagai kontributor terbesar produksi gula nasional.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa optimis produksi gula di Jatim akan terus meningkat. "Alhamdulillah, target nasional yang diharapkan adalah swasembada gula konsumsi. Maka yang harus terus diperkuat adalah produktivitas dan luas lahan, khususnya di Jatim," kata Gubernur Khofifah seperti yang diterima Kamis (28/5/2026).

Secara data, kontribusi Jatim terhadap produksi gula nasional saat ini mencapai 51%. Bahkan di tahun 2025, produksi gula kristal putih Jatim tercatat menembus 1.343.995 ton atau menjadi capaian tertinggi dalam 10 tahun terakhir. 

Jumlah tersebut jauh melampaui provinsi lain seperti Lampung dengan produksi sekitar 663.198 ton dan Jawa Tengah sekitar 344.243 ton.

Gubernur Khofifah mengapresiasi sinergi petani, pabrik gula, sektor perkebunan dan seluruh pemangku kepentingan yang terus bekerja menjaga stabilitas produksi gula nasional di tengah tingginya kebutuhan konsumsi masyarakat.

"Terima kasih dan apresiasi kepada seluruh petani tebu, pabrik gula, sektor perkebunan serta seluruh pemangku kepentingan yang terus bersinergi menjaga produktivitas dan stabilitas gula nasional. Semangat kolaborasi ini menjadi kekuatan penting dalam mewujudkan swasembada gula nasional tahun 2026 ini," kata Khofifah.

Sebelumnya, Gubernur Khofifah pernah meninjau proses produksi gula di Pabrik Gula (PG) Ngadirejo, Kabupaten Kediri. Saat itu Gubernur Khofifah melihat langsung proses pembongkaran tebu dari truk pengangkut, penggilingan, penyaringan nira, pengkristalan hingga pengemasan gula. 

Menurut Gubernur Khofifah, tingginya aktivitas pengiriman tebu menunjukkan antusiasme petani sekaligus tingginya produktivitas musim panen tahun ini. 

Gubernur Khofifah pun meminta seluruh jajaran pabrik memastikan proses penggilingan berjalan optimal agar antrean dapat segera terurai dan kualitas produksi tetap terjaga.

Perlu diketahui, PG Ngadirejo merupakan salah satu unit usaha strategis milik PT. Sinergi Gula Nusantara (SGN) sekaligus menjadi salah satu pabrik gula dengan kapasitas penggilingan terpasang 7.000 Ton Cain Per Day (TCD). Pada musim giling 2025, pabrik ini berhasil menyelesaikan penggilingan sebanyak 10.676.262 kuintal tebu.

Menurutnya, kapasitas giling yang besar ini harus diikuti dengan peningkatan kualitas produksi, terutama melalui penguatan rendemen gula. Sebab, peningkatan rendemen sangat menentukan jumlah gula yang dapat dihasilkan dari setiap tebu yang digiling.

Dengan adanya optimalisasi kinerja pabrik gula, target swasembada gula konsumsi nasional diyakini akan semakin mudah tercapai. Apalagi Jatim memiliki posisi strategis sebagai provinsi penghasil tebu terbesar di Indonesia sekaligus penyumbang utama produksi gula nasional. (*)

Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.