02 June 2026

Get In Touch

Pemkot Malang Klaim WTI Efektif Tekan Harga Cabai, Turun Rp50 Ribu per Kilogram

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat didampingi Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi menimbang cabai di Warung Tekan Inflasi (WTI) Pasar Blimbing, Selasa (2/6/2026). (Santi/Lentera)
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat didampingi Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi menimbang cabai di Warung Tekan Inflasi (WTI) Pasar Blimbing, Selasa (2/6/2026). (Santi/Lentera)

MALANG (Lentera) - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mengklaim pengoperasian Warung Tekan Inflasi (WTI) mampu menekan lonjakan harga cabai di pasaran, yang sebelumnya sempat menembus Rp120 ribu per kilogram kini menjadi Rp70 ribu per kilogramnya nya.

"Alhamdulillah sejak dibuka pada Jumat (29/5/2026) sampai hari ini sudah langsung turun harganya. Di Pasar Klojen yang sebelumnya Rp120 ribu per kilogram sekarang sudah sekitar Rp70 ribu," ujar Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, ditemui usai meninjau WTI di Pasar Blimbing, Selasa (2/6/2026).

Di WTI, Pemkot Malang menjual cabai dengan harga yang jauh lebih rendah dibandingkan harga pasar. Cabai keriting dan cabai rawit dijual Rp40 ribu per kilogram, sedangkan cabai besar dijual Rp45 ribu per kilogram.

Wahyu menjelaskan, keberadaan WTI memang dirancang sebagai instrumen intervensi pasar untuk menahan laju kenaikan harga komoditas yang kerap menjadi penyumbang inflasi daerah, khususnya cabai.

Menurutnya, harga cabai selama beberapa bulan terakhir mengalami fluktuasi, terutama sejak momentum Ramadan, Idulfitri hingga Iduladha. Bahkan ketika terjadi kenaikan harga, lonjakannya cenderung sulit dikendalikan tanpa adanya intervensi pemerintah.

"Kami akan terus membuka WTI di dua pasar selama seminggu ke depan. Harapannya harga cabai di seluruh pasar Kota Malang bisa semakin mendekati harga yang ada di WTI," katanya.

Wahyu menjelaskan, pasokan cabai yang dijual di WTI berasal dari hasil Kerja Sama Antar Daerah (KAD) antara Pemkot Malang dengan Pemkab Lumajang. Strategi tersebut merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Jawa Timur dalam rangka pengendalian inflasi daerah.

Ditegaskannya, harga jual cabai di WTI tidak mengambil keuntungan. Pemkot menjual cabai dengan harga yang sama seperti saat membeli dari petani atau pemasok di Lumajang. "Tujuannya untuk menjaga stabilitas harga cabai di Kota Malang," tegasnya.

Antusiasme masyarakat terhadap program tersebut juga cukup tinggi. Berdasarkan laporan yang diterima, lanjut Wahyu, WTI selalu ramai dikunjungi pembeli sejak pagi hari. Hingga awal pekan ini, total penjualan cabai melalui WTI telah mencapai sekitar 2,5 ton.

Untuk memastikan distribusi lebih merata, Pemkot memberlakukan pembatasan pembelian maksimal 2 kilogram per orang dengan menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Disinggung terkait penambahan lokasi WTI di pasar lain, Wahyu menilai dua titik yang saat ini beroperasi sudah cukup efektif. Menurutnya, keberadaan WTI di Pasar Blimbing dan Pasar Dinoyo telah mampu memengaruhi harga cabai di berbagai pasar tradisional di Kota Malang.

"Dua lokasi sudah cukup. Karena dampaknya sudah terasa di seluruh pasar. Pembeli datang ke WTI dan itu ikut memengaruhi harga jual para pedagang di pasar-pasar Kota Malang," pungkasnya.


Reporter: Santi Wahyu/Editor: Ais

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.