Sebanyak 12.508 Jemaah dan Petugas Haji Telah Tiba di Debarkasi Surabaya, 2 Orang Meninggal Saat Pemulangan
SURABAYA (Lentera) — Kepulangan jemaah dan petugas haji Debarkasi Surabaya Tahun 1447 H/2026 M telah mencapai 12.508 per Selasa (9/6/2026) pukul 17.00. Jumlah tersebut mencapai 28 persen dari total jemaah dan petugas yang diberangkatkan pada musim haji tahun ini. Namun, dua jemaah wafat dalam proses pemulangan.
Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam, mengatakan jumlah jemaah dan petugas yang diberangkatkan melalui Embarkasi Surabaya sebanyak 44.000 orang, terdiri atas 43.237 jemaah dan 763 petugas yang meliputi Petugas Haji Daerah (PHD), Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (PIH KBIHU), Ketua Kloter, Petugas Haji Indonesia Kloter (PIHK), dan Tenaga Kesehatan Haji Kloter (TKHK).
Hingga kedatangan Kloter 34, jumlah jemaah yang telah kembali tercatat sebanyak 12.279 orang yang terdiri atas 5.710 laki-laki dan 6.569 perempuan. Selain itu, sebanyak 229 petugas juga telah tiba di Debarkasi Surabaya yang terdiri atas 53 PHD, 44 PIH KBIHU, 33 Ketua Kloter, 33 PIHK, dan 66 TKHK. Dengan demikian, total jemaah dan petugas yang telah tiba mencapai 12.508 orang.
Mohammad As’adul Anam, menyampaikan bahwa proses pemulangan jemaah hingga hari kesepuluh berlangsung sesuai rencana dengan dukungan penuh seluruh petugas yang bertugas di Debarkasi Surabaya.
“Alhamdulillah, operasional pemulangan jemaah haji hingga Kloter 34 berjalan dengan lancar. Seluruh layanan kedatangan, mulai dari penerimaan jemaah, pemeriksaan kesehatan, hingga pemulangan ke daerah asal terus kami laksanakan secara optimal agar jemaah dapat kembali dengan aman dan nyaman,” ujarnya.
Dari aspek ketepatan waktu penerbangan (On Time Performance/OTP), sebanyak 22 kloter tiba tepat waktu, enam kloter mengalami percepatan jadwal kedatangan, dan lima kloter mengalami keterlambatan.
PPIH Debarkasi Surabaya mencatat terdapat 81 mutasi keluar selama proses pemulangan. Mutasi tersebut terdiri atas 15 jemaah wafat di Arab Saudi, 12 jemaah sakit di Arab Saudi, satu jemaah sakit di Oman, satu jemaah pulang mandiri, 17 jemaah pindah kloter, serta 35 kursi kosong. Sementara itu, terdapat 31 mutasi masuk yang seluruhnya berasal dari jemaah pindahan kloter.
Hingga saat ini, terdapat dua jemaah yang wafat dalam proses pemulangan. Keduanya berasal dari Kota Malang, yaitu Hery Widianto (69) yang wafat di pesawat pada Kloter 12 dan Wayan Rohani Suwasti (63) yang wafat saat menjalani perawatan di RS Haji Surabaya pada Kloter 12.
“Kami turut menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya jemaah haji dalam proses pemulangan. Semoga almarhum dan almarhumah memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan,” kata Mohammad As’adul Anam.
PPIH juga mencatat masih terdapat 10 jemaah yang belum dapat dipulangkan karena menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Arab Saudi. Jemaah tersebut berasal dari Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Malang, Kabupaten Magetan, Kota Madiun, Kabupaten Pacitan, dan Kabupaten Tuban dengan berbagai kondisi kesehatan yang masih memerlukan penanganan medis lanjutan.
“PPIH Debarkasi Surabaya terus berkoordinasi dengan petugas kesehatan di Arab Saudi untuk memantau kondisi jemaah yang masih dirawat. Kami berharap seluruh jemaah segera pulih dan dapat kembali berkumpul bersama keluarga di Tanah Air,” tambahnya.
Sampai dengan Kloter 34, masih terdapat 31.492 jemaah dan petugas yang akan dipulangkan melalui Debarkasi Surabaya pada kloter-kloter berikutnya. PPIH Debarkasi Surabaya berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik guna memastikan proses pemulangan jemaah berlangsung aman, tertib, dan lancar hingga akhir operasional. (*)
Editor : Lutfiyu Handi




