14 June 2026

Get In Touch

Cetak Sejarah, Elon Musk jadi Triliuner Pertama di Dunia

Pendiri SpaceX dan Tesla, Elon Musk. (REUTERS)
Pendiri SpaceX dan Tesla, Elon Musk. (REUTERS)

JAKARTA (Lentera) - Elon Musk mencetak sejarah di dunia bisnis global. Pendiri SpaceX dan Tesla itu dilaporkan menjadi orang pertama di dunia yang memiliki kekayaan di atas 1 triliun dolar AS, menyusul debut spektakuler SpaceX di pasar saham.

Mengutip laporan TechCrunch pada Jumat (12/6/2026) waktu setempat, nilai kepemilikan saham Musk di SpaceX mencapai sekitar 860 miliar dolar AS setelah harga saham perusahaan roket tersebut ditetapkan sebesar 135 dolar AS per lembar menjelang penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO).

Lonjakan valuasi SpaceX tersebut, ditambah dengan kepemilikan Musk di Tesla dan kenaikan harga saham SpaceX pada hari pertama perdagangan, membuat total kekayaan pria kelahiran Afrika Selatan itu secara nominal melampaui angka 1 triliun dolar AS.

Perdagangan perdana SpaceX juga berlangsung positif. Harga saham perusahaan terus menguat pada sesi awal perdagangan Jumat, sehingga semakin meningkatkan nilai aset yang dimiliki Musk di atas kertas.

Namun, di balik rekor tersebut, Musk juga berada di tengah sorotan publik yang semakin besar. Pengaruhnya di sektor bisnis, teknologi, hingga politik dinilai terus meningkat, meski di saat yang sama tingkat penolakan dan kritik terhadap dirinya juga semakin tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Sepanjang 2024, Musk diketahui menggelontorkan dana sekitar 300 juta dolar AS untuk mendukung kampanye presiden Donald Trump. Setelah kemenangan Trump, Musk kemudian dipercaya memimpin lembaga yang disebut Department of Government Efficiency (DOGE) atau Departemen Efisiensi Pemerintahan.

Potensi Kekayaan Elon Musk Masih Bisa Bertambah

Status sebagai triliuner diperkirakan bukan menjadi batas akhir pertumbuhan kekayaan Musk. Tahun lalu, para pemegang saham Tesla menyetujui paket kompensasi yang nilainya dapat mencapai 1 triliun dolar AS, dengan syarat Musk berhasil memenuhi target operasional dan meningkatkan valuasi perusahaan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.

Di sisi lain, Musk juga masih memiliki sekitar 1 miliar saham SpaceX yang tidak dapat diperjualbelikan sebelum perusahaan berhasil mewujudkan target pembangunan koloni manusia di Mars.

Meski saham tersebut terkunci, aset tersebut tetap memiliki nilai ekonomi yang besar karena dapat digunakan sebagai jaminan untuk memperoleh pinjaman dari lembaga keuangan.

Skema itu memungkinkan Musk mengakses dana tunai dalam jumlah miliaran dolar AS tanpa harus menjual sahamnya, sehingga tidak memicu kewajiban pajak atas keuntungan penjualan aset.

Struktur kepemilikan SpaceX juga membuat posisi Musk tetap sangat dominan meskipun perusahaan kini telah menjadi perusahaan publik.

Ia menguasai lebih dari 80 persen hak suara, memiliki kewenangan memilih anggota dewan direksi, serta membangun struktur tata kelola yang secara signifikan membatasi kemungkinan gugatan hukum terhadap dirinya maupun perusahaan.

Editor: Santi/Ant

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.