MALANG (Lentera) - Ratusan bank sampah di Kota Malang sempat mati suri meski telah terbentuk di berbagai wilayah. Dari total 523 bank sampah yang tercatat, hanya 230 unit yang masih aktif. Untuk mengaktifkan kembali peran pengelolaan sampah berbasis masyarakat tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang kini mengandalkan pendanaan dari Corporate Social Responsibility (CSR).
"Berdasarkan pengecekan lapangan, dari 523 bank sampah yang tercatat di Kota Malang, hanya 230 yang aktif operasional. Melalui program pembinaan dan sinergi ini, harapannya total 400 bank sampah yang aktif beroperasi," ujar Pelaksana Harian (Plh) Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, dikutip pada Jumat (19/6/2026).
Dijelaskannya, dana CSR atau Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) tersebut berasal dari Pertaminan Patra Niaga senilai Rp100.000.000, dan akan dimanfaatkan untuk pengadaan mesin pencacah plastik yang ditempatkan di Bank Sampah Induk Kota Malang.
Mesin tersebut dirancang untuk melayani kebutuhan bank sampah dari berbagai kelurahan sehingga proses pengolahan sampah plastik dapat dilakukan secara lebih efisien. Keberadaan mesin pencacah ini diharapkan mampu meningkatkan nilai jual sampah plastik.
Jika sebelumnya plastik hanya dijual sebagai bahan mentah dengan harga relatif rendah, setelah melalui proses pencacahan dan pengolahan, hasilnya memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi dan dapat menopang biaya operasional bank sampah.
"Kalau dijual dalam bentuk plastik saja nilainya masih rendah. Tetapi ketika diolah atau didaur ulang menjadi produk lain, hasilnya bisa lebih optimal untuk mendukung operasional bank sampah," jelasnya.
Selain mendukung pengelolaan sampah, langkah tersebut juga menjadi bagian dari penguatan ekonomi sirkular di tingkat masyarakat dengan mendorong sampah menjadi sumber nilai tambah.
Sementara itu, Fuel Terminal Manager Pertamina Patra Niaga Malang, Donny Pratama Yuda, menegaskan perusahaan berkomitmen mendukung pelestarian lingkungan di wilayah operasionalnya melalui berbagai program TJSL.
"Fokus dan konsentrasi kami tahun ini adalah menjaga lingkungan agar menjadi lebih baik, terutama untuk menjaga ekosistem kehidupan di Kota Malang. Hal ini sejalan dengan komitmen kami untuk menciptakan iklim dan lingkungan yang lebih baik serta bersahabat," katanya.
Reporter: Santi Wahyu





