19 June 2026

Get In Touch

Unusa Jadi Mitra Penyelenggara Konferensi "Internasional Health Tourism" di Bali

Prof. Dr. Budi Santoso, dr., SpOG(K) (tengah) menjadi salah satu pembicara di International Community Development Program (ICDP) 2026.
Prof. Dr. Budi Santoso, dr., SpOG(K) (tengah) menjadi salah satu pembicara di International Community Development Program (ICDP) 2026.

SURABAYA (Lentera) -Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) menjadimitra penyelenggara International Community Development Program (ICDP) 2026 yang akan berlangsung di Bali pada 22–23 Juni 2026.

Forum internasional tersebut mengangkat tema Health Tourism Community Empowerment: Strengthening Global Academic Health Tourism Networks dan menjadi wadah kolaborasi berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat pengembangan sektor wisata kesehatan.

Konferensi yang digelar melalui konsorsium World University Association of Community Development (WUACD) itu akan mempertemukan akademisi, praktisi kesehatan, pelaku industri, hingga pembuat kebijakan dari berbagai negara. 

Sejumlah isu strategis dijadwalkan menjadi pembahasan, mulai dari layanan kesehatan internasional, transformasi digital kesehatan, telemedicine, wellness tourism, pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence) dalam layanan kesehatan, hingga pemberdayaan masyarakat dan penguatan jejaring global.

Dalam penyelenggaraannya, Universitas Airlangga (Unair) bertindak sebagai host utama, sedangkan Unusa dipercaya sebagai co-host yang berkontribusi dalam pengembangan substansi akademik sekaligus mendukung pelaksanaan konferensi.

Unusa juga akan mengirimkan empat dosennya sebagai narasumber, yakni Prof. Dr. Budi Santoso, dr., SpOG(K), Prof. Dr. Yusak Anshori, Dr. Pandam Nurwulan, dan dr. Merryana Adriani. Keempatnya akan mempresentasikan hasil riset, pengalaman praktik, serta perspektif terkait perkembangan sektor kesehatan dan wisata kesehatan di tingkat global.

Rektor Unusa, Prof. Dr. Ir. Tri Yogi Yuwono, DEA., IPU., A.Eng., mengatakan keterlibatan kampusnya dalam forum tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas jejaring internasional sekaligus meningkatkan kontribusi akademik dalam menjawab tantangan kesehatan global.

“Partisipasi Unusa dalam konferensi ini menunjukkan komitmen kami untuk terlibat aktif dalam kolaborasi internasional yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Melalui forum ini, kami tidak hanya berbagi keilmuan dan pengalaman, tetapi juga berkontribusi dalam penyusunan rekomendasi kebijakan yang dapat dimanfaatkan secara luas di tingkat global,” ujarnya, Jumat (19/6/2026).

Menyusun dokumen ringkas

Selain menjadi ruang pertukaran gagasan, ICDP 2026 juga menargetkan penyusunan policy brief atau dokumen ringkas yang diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pemerintah, perguruan tinggi, dan pelaku industri dalam merumuskan kebijakan pengembangan health tourism. 

Dokumen tersebut diharapkan mampu memperkuat sinergi antara sektor kesehatan, pendidikan, dan pariwisata guna menghadirkan layanan wisata kesehatan yang aman, berkualitas, dan berkelanjutan.

Wakil Rektor III Unusa, Prof. Dr. Bambang Sektiari Lukiswanto, DEA., DVM., menilai keanggotaan UNUSA dalam WUACD membuka peluang lebih luas untuk membangun kolaborasi internasional di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Menurutnya, keterlibatan Unusa dalam konferensi tersebut sekaligus menegaskan posisi perguruan tinggi itu sebagai institusi yang responsif terhadap isu-isu global dan aktif mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 3 tentang kesehatan dan kesejahteraan yang baik.

"Melalui partisipasi dalam ICDP 2026, diharapkan dapat memperluas kerja sama akademik lintas negara, memperkuat ekosistem wisata kesehatan global, serta mendorong lahirnya berbagai inisiatif kolaboratif yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat internasional," tutupnya.

Reporter: Amanah|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.