21 June 2026

Get In Touch

Peduli Keselamatan, KAI Daop 7 Madiun Edukasi 566 Siswa serta Guru di Kediri dan Madiun

KAI Daop 7 Madiun melakukan sosialisasi keamanan dan keselamatan perkeretaapian di SMP Negeri 2 Papar, Kabupaten Kediri, Jumat (19/6/2026).
KAI Daop 7 Madiun melakukan sosialisasi keamanan dan keselamatan perkeretaapian di SMP Negeri 2 Papar, Kabupaten Kediri, Jumat (19/6/2026).

KEDIRI (Lentera) - Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan perjalanan kereta api, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun menggelar sosialisasi keamanan dan keselamatan perkeretaapian di lingkungan sekolah yang berada di wilayah rawan gangguan keamanan dan ketertiban, Jumat (19/6/2026).

Kegiatan sosialisasi ini menyasar dua sekolah, tepatnya di SDN Bancong, Desa Bancong, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun, dan SMPN 2 Papar, Desa Mingiran, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri. 

Program kampanye keselamatan sejak dini ini, melibatkan sebanyak 566 peserta yang terdiri dari siswa dan guru.

Dalam kegiatan tersebut, tim KAI Daop 7 Madiun yang terdiri dari Tim Pengamanan (PAM), memberikan pengenalan profesi Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska). Selain itu, tim juga menyampaikan materi edukasi mengenai pentingnya menjaga keamanan maupun keselamatan di lingkungan jalur kereta api, bahaya bermain di sekitar jalur rel, pentingnya mematuhi rambu-rambu, serta disiplin saat berada di perlintasan sebidang.

Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari menyampaikan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan KAI, dalam menekan angka kecelakaan di perlintasan sebidang akibat kurangnya kewaspadaan pengguna jalan, sekaligus meminimalisasi gangguan perjalanan kereta api.

“Kami terus mengedukasi masyarakat, khususnya generasi muda, agar membangun kesadaran sejak dini terkait bahaya bermain di sekitaran jalur kereta api. Jalur KA bukanlah area untuk beraktivitas, selain kepentingan operasional. Disiplin dalam berlalu lintas di perlintasan sebidang juga menjadi kunci utama keselamatan bersama,” ujar Tohari dalam keterangan, Sabtu (20/6/2026).

Dalam kesempatan tersebut, para guru juga diimbau untuk secara rutin mengingatkan para siswa agar tidak bermain atau beraktivitas di sekitar jalur rel kereta api, serta segera melaporkan kepada petugas apabila ditemukan potensi gangguan di jalur KA.

Tohari menambahkan, palang pintu perlintasan bukan merupakan alat pengaman utama, melainkan hanya sebagai alat bantu. Oleh karena itu, masyarakat tetap wajib mematuhi rambu-rambu lalu lintas serta memastikan kondisi aman (berhenti, tengok kanan-kiri) sebelum melintas di perlintasan sebidang.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk pihak sekolah, untuk bersama-sama ikut menjaga keselamatan dan kelancaran perjalanan kereta api. Kepatuhan terhadap aturan adalah bentuk nyata kontribusi dalam menciptakan transportasi yang aman dan andal,” tutup Tohari.

KAI Daop 7 Madiun akan terus melakukan sosialisasi secara berkala di berbagai rawan, khususnya di wilayah yang memiliki potensi gangguan keselamatan, sebagai bagian dari komitmen menghadirkan perjalanan kereta api yang selamat, aman, dan nyaman bagi semua.

 

Reporter: Ais/Editor: Arief Sukaputra

 

 

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.