25 June 2026

Get In Touch

Kebocoran Gas Amonia di India, Tujuh Orang Tewas dan Puluhan Terluka

Sebuah ambulans disiapkan untuk membawa korban di India. (foto:ist/Ant/Anadolu)
Sebuah ambulans disiapkan untuk membawa korban di India. (foto:ist/Ant/Anadolu)

INDIA (Lentera) - Sedikitnya tujuh orang tewas dan lebih dari 40 lainnya terluka, akibat kebocoran gas amonia di fasilitas ekspor hasil laut swasta di India selatan, The Times of India melaporkan, Minggu (21/6/2026) melansir Antara, Senin (22/6/2026).

Peristiwa itu terjadi, pada Minggu (21/6/2026) pagi waktu setempat di Desa Kannigaipair, Negara Bagian Tamil Nadu, India.

Sebagian besar pekerja di fasilitas tersebut, merupakan pekerja migran dan sebagian besar adalah perempuan.

Sekitar 120 pekerja berada di lokasi saat kejadian, meski hari itu adalah hari libur, sebut laporan itu.

Disebutkan, kebocoran yang berasal dari unit pengolahan hasil laut menyebar ke seluruh area fasilitas itu dan menewaskan tujuh pekerja.

Lebih dari 40 orang lainnya dirawat di rumah sakit karena mengalami sesak napas serta pendarahan dari mulut dan hidung, menurut laporan tersebut.

Perdana Menteri India, Narendra Modi menyampaikan, belasungkawa atas insiden tersebut. Dalam pesan yang diunggah di media sosial mengutip vietnam.vn, ia menyampaikan, simpati terdalam kepada keluarga para korban dan mendoakan agar mereka yang terluka segera pulih.

Menyusul insiden tersebut, Kepala Menteri Tamil Nadu, C. Joseph Vijay mengarahkan pembentukan komite investigasi beranggotakan tiga orang, untuk menentukan penyebab kebocoran gas beracun tersebut.

Komite tersebut terdiri dari Direktur Keselamatan dan Kesehatan Industri, Sekretaris Dewan Pengendalian Polusi Tamil Nadu, dan Wakil Direktur Kesehatan Masyarakat. 

Tim investigasi diharuskan untuk menyerahkan laporan pendahuluan, dalam waktu 24 jam dan laporan akhir dalam waktu tiga hari.

Menurut Ibu S. Kavitha, Kepala Distrik Tiruvallur, total 67 pekerja yang terkena dampak gas amonia segera dievakuasi ke fasilitas medis.

Pihak berwenang setempat terus menyelidiki penyebab kebocoran dan menilai tingkat keamanan di fasilitas pengolahan makanan laut, untuk mencegah insiden serupa di masa mendatang.

 

Editor: Arief Sukaputra/Berbagai sumber

 

 

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.