28 June 2026

Get In Touch

Atasi Kemacetan Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, Ini Langkah Bupati Ipuk

Dinas Perhubungan Banyuwangi Rapat Bersama Komisi 4 DPRD Banyuwangi di Kantor ASDP Ketapang, Banyuwangi Kamis (25/6/2026).
Dinas Perhubungan Banyuwangi Rapat Bersama Komisi 4 DPRD Banyuwangi di Kantor ASDP Ketapang, Banyuwangi Kamis (25/6/2026).

BANYUWANGI (Lentera) – Untuk mengatasi permasalahan kemacetan jalur menuju Pelabuhan Ketapang Banyuwangi yang sering terjadi utamanya saat masa peak season, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani melakukan langkah upaya.

Bupati Ipuk mengatakan mengajukan dukungan kepada Kementerian Perhubungan mulai pelebaran jalan menuju pelabuhan, penguatan kapasitas dermaga, hingga percepatan jalan tol Besuki-Banyuwangi.

"Kami sudah berkirim surat kepada Menhub, meminta dukungan penanganan kemacetan menuju Pelabuhan Ketapang. Permasalahan kemacetan di Pelabuhan Ketapang ini sangat perlu dukungan dari pemerintah pusat," kata Ipuk, melansir Banyuwangikab Kamis (25/6/2026).

Menurut Ipuk, Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk merupakan gerbang utama konektivitas Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara yang memiliki peran strategis bagi mobilitas masyarakat dan distribusi logistik nasional.

Dalam surat tersebut Ipuk mengusulkan sejumlah program prioritas kepada pemerintah pusat untuk penanganan kemacetan tersebut. Di antaranya mengusulkan pelebaran ruas jalan nasional menuju Pelabuhan Ketapang yang selama ini menjadi titik kemacetan kendaraan. Antara lain ruas Ketapang-Jembatan Sungai Selogiri, Watudodol-Jembatan Grand Watudodol, serta jalur nasional di sepanjang Kecamatan Wongsorejo.

Selain itu penambahan kapasitas armada kapal penyeberangan berkapasitas minimal 3.000 GT untuk meningkatkan daya angkut kendaraan dan penumpang di lintasan Ketapang-Gilimanuk.

Pemkab Banyuwangi juga mengajukan pembangunan dan rehabilitasi dermaga movable bridge (MB) agar mampu melayani kendaraan berat hingga kapasitas 50 ton, sehingga dapat mempercepat proses bongkar muat kendaraan dan meningkatkan kapasitas layanan secara keseluruhan.

Selain itu, pembangunan jembatan akses dari Pelabuhan LCT (Landing Craft Tank) Ketapang menuju kawasan pelabuhan di Kelurahan Bulusan, turut diusulkan untuk mendukung kelancaran distribusi arus kendaraan.

Ipuk juga mengajukan permohonan percepatan pembangunan Jalan Tol Probowangi Tahap II ruas Besuki-Banyuwangi, khususnya dari arah Banyuwangi menuju akses Tol Bajulmati dan Asembagus.

"Pembangunan tol ini diharapkan dapat mempercepat akses menuju Pelabuhan Ketapang sekaligus mengurangi beban lalu lintas pada jalan nasional yang ada saat ini," ujarnya.

"Kami berharap program-program tersebut menjadi prioritas pemerintah pusat karena menyangkut kelancaran konektivitas nasional serta mendukung pertumbuhan ekonomi kawasan," kata Ipuk.

Sementara itu, melansir antara, kepadatan kendaraan di penyeberangan Ketapang-Gilimanuk mulai terjadi sejak Minggu (21/6/2026). Kepadatan itu dipengaruhi kombinasi sejumlah faktor, selain meningkatnya mobilitas masyarakat selama periode libur sekolah, operasional penyeberangan juga menghadapi tantangan kondisi cuaca. 

Peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang, terutama pada malam hari, mengharuskan dilakukan penyesuaian proses bongkar muat kapal untuk memastikan aspek keselamatan pelayaran tetap terjaga.

Sementara volume kendaraan yang menyeberang mengalami peningkatan signifikan, data ASDP Cabang Ketapang menyebutkan pada Minggu (21/6/2026) jumlah kendaraan yang dilayani mencapai 9.571 unit atau meningkat 23 persen dibandingkan realisasi hari sebelumnya sebanyak 7.769 unit. Lonjakan tertinggi berasal dari kendaraan pribadi roda empat yang meningkat 30 persen, dari 1.681 unit menjadi 2.188 unit. (*)

Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.