26 June 2026

Get In Touch

Banggar DPRD Jatim Soroti Belanja Rp2,05 Triliun Tidak Terserap

Juru Bicara Banggar DPRD Jatim, Abdullah Muhdi
Juru Bicara Banggar DPRD Jatim, Abdullah Muhdi

SURABAYA (Lentera) — Badan Anggaran (Banggar) DPRD Jawa Timur menyoroti adanya alokasi belanja daerah yang tidak terserap, pada APBD Tahun Anggaran 2025.

Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu faktor, yang berkontribusi terhadap besarnya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) dan perlu menjadi perhatian dalam penyusunan anggaran tahun berikutnya.

Juru Bicara Banggar DPRD Jatim, Abdullah Muhdi menyampaikan realisasi belanja daerah Pemerintah Provinsi Jawa Timur pada APBD Tahun Anggaran 2025 mencapai Rp31,2 triliun atau 93,82 persen dari target sebesar Rp33,25 triliun.

“Jika diperbandingkan antara target belanja daerah dengan realisasi belanja daerah, maka sampai akhir 2025 terdapat sebesar 2 triliun 052 miliar 430 juta 370 ribu 672 rupiah 50 sen atau 6,17 persen alokasi belanja yang tidak terserap,” ungkap Abdullah Muhdi, Jumat (26/6/2026).

Selain belanja daerah, Banggar juga mencatat, realisasi Belanja Tidak Terduga (BTT) hanya mencapai 39,98 persen dari pagu anggaran yang telah disediakan.

“Selain berimplikasi pada sisa pagu yang menambah SiLPA, tentu hal ini hendaknya menjadi titik terlemah dalam perencanaan BTT yang semestinya dapat dikalibrasi lebih tepat,” katanya.

Banggar selanjutnya mencatat Pos Pembiayaan Daerah pada APBD Tahun Anggaran 2025 menghasilkan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) sebesar Rp3,38 triliun. Nilai tersebut lebih rendah dibandingkan SiLPA Tahun Anggaran 2024 yang mencapai Rp4,71 triliun, namun tetap dinilai perlu mendapat perhatian.

“Terkait dengan Pos Pembiayaan Daerah, terdapat Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp3,38 triliun,” kata Abdullah Muhdi.

Menurut Banggar, besarnya SiLPA memiliki dua konsekuensi yang perlu dipahami. Di satu sisi, kondisi tersebut memberikan dampak positif terhadap kekuatan likuiditas kas daerah.

“Namun di sisi lain, SiLPA 2025 yang besar juga dapat mencerminkan perencanaan yang belum presisi dan eksekusi belanja yang belum optimal,” pungkasnya.

Atas sejumlah catatan tersebut, Banggar meminta agar perencanaan dan pelaksanaan anggaran ke depan dapat disusun lebih akurat sehingga mampu meminimalkan sisa anggaran di akhir tahun. 

 

Reporter: Pradhita/Editor: Ais

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.