JAKARTA (Lentera) - Jumlah korban tewas akibat dua gempa bumi dahsyat yang mengguncang Venezuela terus bertambah. Hingga Jumat (26/6/2026), pemerintah setempat mencatat sedikitnya 920 orang meninggal dunia, sementara 3.360 lainnya mengalami luka-luka.
Bencana tersebut juga memaksa tenaga medis menangani ribuan korban di fasilitas kesehatan darurat setelah puluhan bangunan, termasuk rumah sakit, hancur akibat guncangan kuat yang melanda wilayah utara negara itu, termasuk ibu kota Caracas.
Kepala Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodríguez, dalam siaran televisi pemerintah mengatakan, sedikitnya 172 orang masih diyakini terjebak di bawah reruntuhan. Ia menambahkan, wilayah La Guaira menjadi daerah yang mengalami kerusakan paling parah.
"Korban meninggal telah mencapai 920 orang," ujar Jorge Rodríguez, mengutip laporan BBC, Sabtu (27/6/2026) pagi.
Di La Guaira saja, sedikitnya 243 orang berhasil dievakuasi hidup-hidup dari bangunan yang runtuh. Kawasan tersebut merupakan lokasi salah satu pelabuhan utama Venezuela sekaligus menjadi tempat berdirinya Bandara Internasional Simón Bolívar di Maiquetía, bandara terbesar di negara tersebut.
Harapan keluarga korban masih menggantung di tengah proses pencarian yang belum selesai. Salah satunya dirasakan Natacha Diaz, yang hingga kini menanti kabar dua putrinya berusia 22 dan 23 tahun.
"Mereka bersama teman-temannya. Saya hanya ingin mereka ditemukan. Saya masih memiliki harapan bahwa mereka ada di sana," kata Diaz kepada BBC.
"Saya hanya ingin mereka kembali kepada saya. Mereka adalah satu-satunya yang saya miliki."
Sementara itu, Plt Presiden Venezuela, Delcy Rodríguez mengungkapkan puluhan korban berhasil ditemukan dalam keadaan hidup.
"Hal itu membawa kebahagiaan karena mereka dapat kembali memeluk keluarga dan orang-orang yang mereka cintai," ujarnya dalam konferensi pers yang disiarkan televisi.
Terjadi Lebih dari 200 Gempa Susulan
Delcy juga menyebutkan, sejak dua gempa utama mengguncang pada Rabu (24/6/2026), telah terjadi 214 gempa susulan.
Dua gempa besar tersebut terjadi hanya dalam hitungan detik. Gempa kedua berkekuatan magnitudo 7,5, menjadi salah satu gempa terkuat yang pernah mengguncang Venezuela dalam sekitar satu abad terakhir.
Jorge Rodríguez mengatakan ratusan bangunan mengalami kerusakan berat atau hancur, termasuk sejumlah rumah sakit dan pusat perbelanjaan. Selain itu, sedikitnya 1.000 fasilitas infrastruktur lainnya turut terdampak.
Di sisi lain, sistem layanan kesehatan Venezuela kini menghadapi tekanan yang semakin berat. Rumah sakit yang masih beroperasi dilaporkan kewalahan menerima lonjakan pasien.
Dokter Pedro Javier Fernandez mengatakan fasilitas kesehatan di Venezuela sebenarnya sudah mengalami keterbatasan sebelum gempa terjadi.
"Semua rumah sakit kami kekurangan peralatan dan obat-obatan. Dalam kondisi normal saja kami kesulitan memberikan pelayanan medis kepada masyarakat," ujarnya.
"Dengan tragedi ini, keadaan darurat menjadi jauh lebih besar dan lebih sulit ditangani dibandingkan di banyak negara lain," lanjut Fernandez.
Editor: Santi





.jpg)