MADIUN (Lentera) — Lapangan Reksowilis Desa Sareng, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun diramaikan oleh puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari lima kecamatan. Mereka berkumpul dalam gelaran festival budaya dan produk tahunan bertajuk Sepasar Ing Madiun (Spasma), Sabtu (27/6/2026) malam.
Acara tahunan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Madiun yang ke-458, sekaligus menjadi panggung bagi pengembangan Ekonomi Kreatif (Ekraf) lokal.
Sektor ekraf yang mengandalkan kreativitas, inovasi, dan kekayaan intelektual ini dinilai punya potensi besar di Madiun. Terlebih, wilayah ini dikenal banyak melahirkan talenta di bidang seni dan digital.
Musisi sekaligus konten kreator asal Madiun, Dahlan Efendi atau yang akrab disapa Lek Dahlan, turut hadir memberikan motivasi kepada warga. Menurutnya, potensi ekraf di Madiun seharusnya bisa berkembang jauh lebih pesat.
"Saya pengin memotivasi warga Madiun khususnya, gimana ekonomi kreatif ini seharusnya bisa berkembang pesat di Madiun. Karena apa? Karena banyak musisi, seniman, content creator yang sudah besar lahir dan besar di Madiun," ujar Lek Dahlan.
Saat ditanya mengenai modal awal untuk terjun ke industri kreatif, pencipta lagu ini menekankan bahwa keberanian dan konsistensi jauh lebih penting daripada kelengkapan fasilitas atau perangkat.
"Kuncinya berani mengawali, terus kedua continuity atau telaten. Yang lain-lain itu sebenarnya menyusul, terkait dengan perangkat dan lain-lain sebenarnya bisa sambil jalan. Yang penting percaya diri," kata Lek Dahlan menambahkan.
Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) menyambut baik geliat kreatif masyarakat tersebut.
Kepala Bidang Pemasaran Wisata Disparpora Kabupaten Madiun, Dian Widayanti menyatakan, pihaknya siap memfasilitasi para pelaku ekraf dan UMKM lewat tiga program strategis.
"Kreativitas pada dasarnya sangat tidak terbatas, dan kami Disparpora Kabupaten Madiun siap mendampingi panjenengan semua dengan tiga hal," kata Dian.
Ketiga langkah pendampingan tersebut meliputi fasilitasi promosi di Lapak Kreasi pada situs resmi Disparpora, pengusulan program pelatihan, hingga pendampingan pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).
Dian pun mengajak, para pelaku usaha dari Kecamatan Dolopo, Geger, Wungu, Kebonsari, dan Dagangan untuk aktif memanfaatkan fasilitas ini.
"Monggo bergabung ke kami, bisa menghubungi official website ataupun Instagram di Disparpora Kabupaten Madiun," ucapnya.
Sementara itu, Camat Geger, Dodi Setiawan menekankan, bahwa sebuah inovasi tidak akan berdampak tanpa adanya keberanian untuk mengeksekusi ide tersebut.
Dodi menilai, tantangan terbesar bagi pelaku ekraf pemula biasanya adalah keraguan untuk memulai hal baru.
"Kreativitas tidak hanya soal ide brilian, namun juga tentang soal keberanian untuk melakukan di mana orang lain masih ragu," tegas Dodi.
Melalui sinergi antara pemerintah, pelaku seni, dan puluhan UMKM di festival Spasma ini, Kabupaten Madiun diharapkan mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat berbasis kearifan lokal secara berkelanjutan.
Reporter: Wiwiet Eko Prasetyo/Editor: Ais





.jpg)