CARACAS (Lentera) - Jumlah korban tewas akibat gempa kembar dahsyat di Venezuela telah meningkat menjadi 1.430 orang, dengan 3.238 orang lainnya terluka, menurut Ketua Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodriguez, pada Sabtu (27/6/2026).
"Saat ini, kami telah mendata yakni ada 1.430 saudara, saudari kami yang, sayangnya, telah meninggal dunia. Kami menyampaikan duka cita kepada keluarga dan kerabat terkasih mereka," kata Rodriguez dalam pidatonya yang disiarkan VTV mengutip Antara, Minggu (28/6/2026).
Bantuan medis pun telah didistribusikan kepada 3.238 orang mengalami luka-luka akibat gempa , kata Rodriguez.
Pemerintah Venezuela, lanjut Rodriguez, telah mencatat 3.142 keluarga yang kehilangan tempat tinggal, seraya menambahkan bahwa mereka akan diberikan bantuan yang diperlukan dan ditampung di tempat penampungan.
Tim medis juga telah memberikan 12.000 konsultasi kesehatan di daerah-daerah terdampak gempa, sementara lebih dari 5.000 orang telah menerima bantuan di berbagi pos pemeriksaan medis utama.
Selain itu, diungkapkannya, tiga ratus gempa susulan telah tercatat setelah dua gempa bumi dahsyat yang melanda Venezuela, pada Rabu (24/6/2026).
"Sejak pukul 18:03 pada 24 Juni hingga sekarang, kami telah mencatat total 302 peristiwa seismik. Selain dua gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5, terdapat 300 peristiwa seismik tambahan yang dihitung sebagai gempa susulan," kata Rodriguez dalam pidato kenegaraannya.
Gempa susulan terjadi di sepanjang tiga garis patahan geologis utama, yang membentang di wilayah Venezuela, katanya.
Rodriguez meminta, warga untuk tetap tenang, mengikuti instruksi resmi, dan hanya mempercayai informasi resmi, seraya mencatat bahwa penyebaran laporan palsu, termasuk tentang dugaan ancaman tsunami, telah mempersulit upaya penyelamatan.
DIketahui, dua gempa kuat mengguncang Venezuela pada Rabu, dengan magnitudo masing-masing 7,2 dan 7,5, menurut Survei Geologi AS.
Hampir 400 bangunan tempat tinggal hancur, infrastruktur dan rumah sakit rusak, dan bandara utama negara itu ditutup.
Editor: Arief Sukaputra





.jpg)