02 July 2026

Get In Touch

Unusa Genap 13 Tahun: Kantongi 8 Paten Siap Masuk Tahap Hilirisasi

Salah satu inovasi yang berhasil dibuat Unusa.
Salah satu inovasi yang berhasil dibuat Unusa.

SURABAYA (Lentera) - Memasuki usia ke-13, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) mencatatkan capaian di bidang riset dan inovasi dengan mengantongi 8 paten yang telah memperoleh pengakuan dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum RI.

Capaian ini menjadi indikator berkembangnya budaya penelitian sekaligus langkah awal mendorong hasil riset agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dan dunia industri.

Paten terbaru diperoleh pada Senin (29/6/2026), yakni Sistem Insinerator Pembakar Sampah Ramah Lingkungan Tanpa Asap dengan Nomor Paten S00202503860. Teknologi tersebut dirancang untuk membantu pengelolaan sampah dengan meminimalkan emisi asap sehingga lebih aman bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Rektor Unusa, Prof. Tri Yogi Yuwono, mengatakan pencapaian delapan paten di usia kampus yang masih relatif muda menunjukkan budaya riset dan inovasi terus berkembang. Menurutnya, kemajuan perguruan tinggi tidak hanya diukur dari bertambahnya jumlah mahasiswa, program studi, maupun akreditasi, tetapi juga dari kemampuan menghasilkan inovasi yang menjawab kebutuhan masyarakat.

Ia menuturkan, paten bukan merupakan tujuan akhir penelitian. "Yang lebih penting adalah bagaimana hasil riset tersebut dapat dihilirisasikan sehingga memberi manfaat nyata melalui pemanfaatan oleh pemerintah, dunia usaha, maupun masyarakat," tuturnya, Selasa (30/6/2026).

Komitmen tersebut juga disampaikan Kepala Subdirektorat Riset, Inovasi, dan Kekayaan Intelektual Unusa, Dr. Fifi Khoirul Fitriyah. Menurutnya, seluruh paten yang telah diperoleh kini dipersiapkan memasuki tahap hilirisasi melalui Transfer Technology Office (TTO). 

Melalui mekanisme tersebut, hasil penelitian diharapkan dapat diadopsi, diproduksi, hingga dipasarkan sehingga memiliki nilai ekonomi sekaligus memberikan dampak sosial.

Selain mendorong proses hilirisasi, Unusa juga memberikan dukungan berupa pendanaan pengembangan produk serta insentif bagi para inventor. "Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat ekosistem riset dan mempercepat lahirnya produk-produk inovatif yang memiliki daya saing," tutupnya.

Delapan paten yang telah dimiliki Unusa mencakup berbagai bidang, mulai dari teknologi lingkungan, alat kesehatan, hingga formulasi herbal. Beberapa di antaranya adalah selimut elektrik untuk mencegah hipotermia di ruang operasi, perangkat pemantau kondisi jantung berbasis nirkabel, sendok khusus bagi lansia yang mengalami tremor, pembalut luka berbahan kolagen-kitosan dan minyak jinten hitam, serta berbagai formulasi herbal untuk mendukung penanganan masalah kesehatan.

Dalam waktu dekat, Unusa juga berencana memperkenalkan seluruh portofolio patennya kepada publik sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem riset, inovasi, dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan agar hasil penelitian dapat memberikan manfaat yang lebih luas.

Reporter: Amanah/Editor: Santi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.