Berkat Program 3 Juta Rumah dan CSR, Rumah Warga Malang Beratap Seng dan Bocor Kini Layak Huni
MALANG (Lentera) - Rumah salah satu warga Malang yang dulunya beratap seng dan bocor saat hujan, kini sudah berdiri layak huni.
Perubahan itu dirasakan Jamia, warga Dusun Lok Andeng, Desa Kalisongo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang setelah rumahnya direnovasi melalui Program 3 Juta Rumah Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) yang didukung bantuan corporate social responsibility (CSR) dari Ciputra.
"Ini salah satu program prioritas Presiden, yakni Program 3 Juta Rumah. Salah satunya melalui CSR dari Ciputra. Tujuannya supaya masyarakat mendapatkan rumah yang layak huni, sehingga melalui CSR dibangunkan rumah ini," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perumahan Perdesaan Kementerian PKP, Rini Dyah Mawarty, ditemui usai peninjauan salah satu rumah yang telah diperbaiki, Rabu (1/7/2026).
Menurutnya, rumah layak huni menjadi kebutuhan dasar yang berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat. Dengan kondisi rumah yang lebih baik, penghuni dapat beristirahat dengan nyaman setelah bekerja tanpa harus khawatir terhadap kebocoran ataupun kondisi bangunan yang kurang layak.
Dijelaskannya, program bedah rumah tersebut masuk dalam penanganan backlog kualitas perumahan, bukan backlog kepemilikan rumah.
"Karena backlog itu ada backlog kepemilikan dan backlog kualitas. Ini termasuk backlog peningkatan kualitas. Jadi masyarakat yang memiliki rumah tidak layak huni bisa ditingkatkan menjadi rumah layak huni. Salah satunya didukung melalui CSR," jelasnya.
Dalam menentukan penerima manfaat, Kementerian PKP melakukan verifikasi terhadap kondisi rumah maupun kondisi sosial ekonomi calon penerima. "Kami melihat kondisi rumahnya, kemudian mata pencahariannya juga, apakah masuk desil 1 sampai desil 4 dalam DTSEN," ungkap Rini.
Salah satu penerima manfaat, Jamia, warga Dusun Lok Andeng, mengaku tidak menyangka rumahnya terpilih menjadi penerima bantuan. Awalnya ia hanya melihat sejumlah orang datang ke rumahnya untuk melakukan pendataan dan dokumentasi.
"Saya juga sempat kaget karena yang datang banyak, pakai mobil dan sepeda motor," tuturnya.
Pendataan dilakukan sekitar Februari 2026. Setelah melalui proses pembangunan selama kurang lebih 5 bulan, rumah tersebut akhirnya selesai sekitar sepekan yang lalu.
Jamia mengatakan, rumah lamanya sudah tidak layak ditempati sehingga seluruh bangunan dibongkar dan dibangun kembali dari awal.
"Semua diperbaiki. Bangunan sebelumnya dirubuhkan semua," katanya.
Jamia menceritakan, kondisi rumah sebelumnya cukup memprihatinkan. Atap rumah menggunakan seng dengan penutup yang tidak sempurna sehingga sering bocor ketika hujan. Selain itu, dapurnya juga masih berlantai tanah.
"Sekarang sudah diperbaiki. Alhamdulillah," katanya.
Jamia tinggal bersama suami dan dua anaknya. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia bekerja sebagai petani sekaligus mencari rumput, sementara suaminya dan salah satu anaknya bekerja sebagai kuli batu. "Senang perasaannya," ucapnya singkat.
Terpisah, General Manager CitraLand Puncak Tidar Malang, Deddy mengatakan pada 2026 ini pihaknya menargetkan pembangunan sebanyak 25 rumah layak huni, melalui program CSR di Kabupaten Malang.
"Hingga saat ini sudah selesai 10 rumah, kemudian empat rumah masih dalam proses pembangunan. Sisanya kami targetkan selesai seluruhnya sampai akhir tahun," katanya.
Khusus di Desa Kalisongo, terdapat 2 rumah yang masuk dalam program tersebut. Nilai bantuan pembangunan mencapai sekitar Rp25 juta untuk setiap unit rumah.
Reporter: Santi Wahyu/Editor: Ais





.jpg)