SURABAYA (Lentera) - Para tenaga ahli Venezuela dan asing berhasil menyelamatkan 6.461 orang dari reruntuhan setelah dua gempa bumi dahsyat melanda Venezuela utara pada 24 Juni, dengan magnitudo 7,2 dan 7,5, kata Ketua Majelis Nasional Jorge Rodriguez.
Melansir Sputnik, Rodriquez juga mengatakan bahwa korban tewas akibat gempa bumi di Venezuela telah meningkat menjadi 1.943, dengan lebih dari 10.500 orang terluka. "Korban tewas adalah 1.943, dengan 10.571 orang terluka," kata Rodriguez.
Petugas penyelamat Angkatan Darat Meksiko mencari orang-orang yang terjebak di reruntuhan bangunan setelah gempa bumi melanda La Guaira, Venezuela, Minggu, 28 Juni 2026.
Dia menandaskan gempa kembar yang terjadi hanya berselang 39 detik, menjadikannya gempa terkuat yang melanda negara itu dalam beberapa dekade.
Gempa kembar tersebut menyebabkan kerusakan luas di Caracas, La Guaira, dan wilayah utara lainnya, menyebabkan ratusan bangunan runtuh atau rusak parah. Jalan raya, rumah sakit, sekolah, dan infrastruktur penting lainnya mengalami kerusakan yang luas, sementara gangguan listrik dan telekomunikasi memengaruhi wilayah yang luas.
Penilaian satelit menunjukkan bahwa puluhan ribu bangunan mungkin telah rusak atau hancur, dengan tim darurat terus melakukan operasi pencarian dan penyelamatan di tengah gempa susulan yang terus-menerus dan kekhawatiran akan runtuhnya bangunan lebih lanjut. (*)
Editor : Lutfiyu Handi





.jpg)