04 July 2026

Get In Touch

Kematian Akibat Ebola di RD Kongo Sudah 447 Orang

Menteri Kesehatan Republik Demokratik Kongo Roger Kamba (dua dari kiri) mengucapkan selamat kepada seorang pasien Ebola yang pulih, 20 Juni 2026. (ANTARA)
Menteri Kesehatan Republik Demokratik Kongo Roger Kamba (dua dari kiri) mengucapkan selamat kepada seorang pasien Ebola yang pulih, 20 Juni 2026. (ANTARA)

SURABAYA (Lentera) - Setidaknya sudah ada 447 kematian dari 1.460 kasus kasus Ebola di Republik Demokratik (RD) Kongo kata pihak berwenang pada Kamis (2/7/2026), jumlah tersebut telah meningkat.

Menurut data terbaru yang dirilis oleh pemerintah RD Kongo melansir antara Jumat (3/7/2026), tingkat kematian secara keseluruhan mencapai 30,6 persen. Data tersebut juga menyebutkan setidaknya sebnayak 595 pasien sedang menjalani isolasi atau dirawat di rumah sakit, sementara 213 pasien telah sembuh. Sedangkan pelacakan kontak di tiga provinsi yang terdampak mencapai 82,7 persen.

Pada Kamis (2/7/2026), Direktur Jenderal Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention/CDC) Afrika Jean Kaseya memperingatkan bahwa wabah yang sedang berlangsung ini masih sangat serius. Dia menambahkan bahwa dalam jumlah kasus wabah saat ini mencatat peningkatan yang sangat pesat. Demikian juga dengan kematian dibandingkan dengan wabah Ebola sebelumnya di RD Kongo dan epidemi Ebola di Afrika Barat pada tahap yang sama.

Menteri Kesehatan RD Kongo Samuel-Roger Kamba menyerukan percepatan uji klinis terhadap antibodi monoklonal dan pengembangan vaksin yang efektif melawan virus Ebola Bundibugyo, yang hingga saat ini belum memiliki pengobatan yang disetujui.

Sementara, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Kamis mengatakan bahwa sebuah uji klinis telah mulai merekrut pasien di RD Kongo untuk mengevaluasi pengobatan potensial bagi penyakit virus Bundibugyo.

Menurut WHO, uji klinis ini akan mengevaluasi antibodi monoklonal MBP134 dan obat antivirus remdesivir, baik secara terpisah maupun dalam kombinasi, untuk menentukan apakah keduanya dapat menaikkan tingkat kelangsungan hidup pasien yang didiagnosis terjangkit penyakit virus Bundibugyo. (*)


Editor: Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.