05 July 2026

Get In Touch

15 Tahun Investasi Erdogan di Somalia Berbuah Fasilitas Rudal, Israel Ketar-ketir

Tentara Turkiye di Kota Ras Al Ain, Suriah (AFP)
Tentara Turkiye di Kota Ras Al Ain, Suriah (AFP)

ANKARA (Lentera) -Turkiye dilaporkan sedang membangun sebuah fasilitas di kawasan tengah Somalia. Fasilitas tersebut tidak hanya berfungsi sebagai landasan peluncuran satelit, tetapi juga sebagai lokasi uji coba rudal balistik jarak jauh. 

Proyek ganda ini disebut-sebut berpotensi meningkatkan ancaman terhadap Israel di tengah memanasnya hubungan Ankara dengan Tel Aviv.

Berdasarkan laporan surat kabar Perancis, Le Monde, pembangunan fasilitas tersebut berlokasi di pinggiran kota Warsheikh, sekitar 70 kilometer di utara Mogadishu, ibu kota Somalia. 

Konstruksi di lokasi itu mulai dikerjakan sejak pertengahan Oktober 2025, sebagaimana dilansir Jerusalem Post, Sabtu (4/7/2026).

Proyek ini secara resmi diumumkan pada Desember 2025 sebagai bentuk kerja sama teknologi antara Somalia dan Turkiye. 

Namun, menurut Le Monde, pembangunan spaceport ini merupakan tahap paling signifikan dari sebuah proyek yang telah berjalan selama satu dekade untuk menjadikan Somalia sebagai basis operasi maju bagi Turkiye.

Le Monde menyebut pembangunan ini sebagai puncak dari 15 tahun investasi politik, militer, dan ekonomi yang dilakukan Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan, di Somalia. 

Investasi jangka panjang tersebut kini membuka jalan bagi Turkiye untuk memperluas jangkauan program rudal balistiknya.

Tidak lama setelah pembangunan dimulai, Erdogan dan Presiden Somalia Hassan Sheikh Mohamud menandatangani perjanjian kerja sama antariksa. 

Penandatanganan ini menjadi langkah terbaru dalam rangkaian kemitraan jangka panjang antara kedua negara.

Sebuah investigasi yang dilakukan lembaga kajian Middle East Forum pada Mei menemukan, fasilitas uji rudal di lokasi tersebut akan menempatkan sebagian besar wilayah Afrika dan Timur Tengah dalam jangkauan serangan rudal balistik. 

Temuan ini membawa implikasi konkret bagi Israel, terutama di tengah hubungan Turkiye-Israel yang semakin memanas.

Meski demikian, lembaga kajian tersebut menilai fasilitas itu dirancang untuk mengakomodasi sistem rudal dengan jangkauan hingga 2.000 kilometer, sehingga Israel sendiri berada di luar jangkauan langsung. 

Namun, kemampuan proyeksi kekuatan ini akan menempatkan Somaliland, wilayah yang mendapat dukungan militer dari Israel, dalam jangkauan potensial rudal Turkiye.

Dalam beberapa bulan terakhir, retorika anti-Israel yang dilontarkan Erdogan semakin intensif. 

Turkiye itu berulang kali melontarkan ancaman aksi militer terhadap Israel.

Bulan lalu, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump turut mengakui adanya hubungan yang tegang antara Turkiye dan Israel. 

Trump menjelaskan bahwa Turkiye sempat ingin ikut terlibat dalam perang Iran dan melawan Israel.

Namun, Trump mengeklaim, atas permintaannya, Turkiye setuju untuk tidak ikut  campur dalam konflik tersebut (*)

Editor: Arifin BH

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.