09 July 2026

Get In Touch

Turkiye Beri Peringatan Israel Agar Tidak Gagalkan Kesepakatan AS-Iran

 Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan. (foto AA)
Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan. (foto AA)

TURKIYE (Lentera) - Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan memberikan peringatan agar Israel tidak melakukan tindakan yang menggagalkan perdamaian Amerika Serikat (AS) dengan Iran. Dia mengatakan upaya perdamaian di Timur Tengah tidak akan berhasil tanpa dukungan regional. 

Perdana Menteri Shehbaz Sharif pada Sabtu (4/7/2026) saat di Istanbul bersama mitranya dari Pakistan, melansir Aljazeera, mengatakan bahwa Erdogan menyebut tidak ada solusi yang tidak didukung oleh kemauan dan kontribusi negara-negara regional yang dapat bertahan lama.

"Kami mengikuti dengan cermat upaya pemerintahan Israel untuk 'meledakkan' sepakatan (AS-Iran)... Pemerintah Israel yang kecanduan perang saat ini tidak boleh dibiarkan menenggelamkan wilayah kami dalam bau mesiu dan darah lagi," tambahnya.

Shehbaz mengatakan bahwa Erdogan telah berulang kali menuduh Israel mencoba merusak nota kesepahaman AS-Iran, dan juga berulang kali mengutuk serangan Israel di Gaza, Lebanon, dan Suriah.

Delegasi dari AS dan Iran berkumpul di Qatar pekan lalu untuk pembicaraan tidak langsung guna memajukan negosiasi setelah baku tembak baru-baru ini.

Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, mengatakan Teheran akan membangun "saluran komunikasi" dengan Washington untuk melaporkan pelanggaran nota kesepahaman tersebut.

Nota kesepahaman tersebut, yang ditengahi oleh Qatar dan Pakistan, mencakup gencatan senjata 60 hari, pembukaan kembali Selat Hormuz, kesepakatan tentang program nuklir Iran, dan kerangka waktu untuk kesepakatan akhir guna mengakhiri perang secara permanen.

Namun, AS dan Iran melancarkan serangan balasan pekan lalu ketika keduanya memperdebatkan makna perjanjian tersebut. (*)

Editor: Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.