SURABAYA (Lentera)– Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur mulai menyusun strategi matang menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028. Pembahasan ini menjadi fokus utama dalam Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) yang dibuka secara resmi oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Rabu (24/6/2026).
Pertemuan yang dihadiri pengurus dari 77 cabang olahraga serta jajaran KONI di 38 kabupaten/kota ini juga meninjau kembali capaian kinerja tahun lal. Sekaligus merancang arah pembinaan olahraga prestasi untuk tahun berjalan.
Ketua KONI Jatim, Muhammad Nabil, menegaskan persiapan menuju PON 2028 yang akan digelar di NTB dan NTT harus dilakukan sejak dini. Ia menyoroti pentingnya pemusatan latihan serta pembinaan berkelanjutan di setiap cabang guna mencetak atlet andalan.
Ia juga mencatat pencapaian membanggakan, di mana atlet Jatim banyak menyumbang medali di ajang internasional hingga juara dunia. Sementara di tingkat nasional, saat mengikuti PON Beladiri, tim Jatim hanya mengirim 79 atlet namun berhasil meraih efektivitas kemenangan hingga lebih dari 78 persen dan menempati peringkat ketiga secara umum.
Gubernur Khofifah memberikan apresiasi atas capaian tersebut, namun menekankan perlunya memperkuat fondasi pembinaan bagi atlet usia dini. Hal ini dinilai sangat penting mengingat banyaknya ketentuan batasan usia di berbagai cabang olahraga, sehingga pencarian bakat harus dilakukan lebih awal.
Senada dengan hal itu, Wakil Ketua KONI Pusat, Suwarno, juga meminta agar pembinaan atlet muda disesuaikan dengan ketentuan masing-masing cabang olahraga, sehingga regenerasi berjalan lancar dan target prestasi dapat tercapai secara berkelanjutan.(adv)
Reportet: Teguh|Editor: Arifin BH





.jpg)