SURABAYA (Lentera) -Di tengah dinamika politik nasional yang kerap diwarnai persaingan elektoral, politisi senior PDI Perjuangan Jawa Timur, Dr. Sri Untari Bisowarno, M.AP., menilai politik tetap membutuhkan figur yang membangun perjuangan melalui tradisi berpikir, kedisiplinan belajar, dan keteguhan memegang prinsip.
Pandangan itu disampaikan Untari saat mengenang perjalanan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto yang bertepatan dengan momentum hari ulang tahunnya di Bulan Juli ini. Menurut dia, Hasto merupakan salah satu kader yang memilih politik sebagai jalan pengabdian sejak masih menjadi mahasiswa dan terus mengembangkan kapasitas intelektualnya.
“Mas Hasto adalah sosok yang sejak muda memilih jalan politik. Pilihan itu tidak dijalani secara instan, tetapi dibangun melalui proses belajar yang panjang dan konsisten,” ungkap Untari, Jumat (10/07/2026).
Ketua Komisi E DPRD Jatim tersebut mengatakan, di tengah tuntutan politik yang semakin kompleks, seorang pemimpin tidak cukup hanya memiliki kemampuan membangun dukungan politik, tetapi juga harus memiliki keluasan wawasan dan keberanian menyampaikan gagasan. Menurutnya, Hasto menunjukkan karakter tersebut melalui kebiasaannya belajar, berdiskusi, serta mendalami berbagai disiplin ilmu hingga meraih gelar doktor dari dua perguruan tinggi.
Selain kapasitas intelektual, Untari menilai Hasto dikenal sebagai kader yang memegang teguh amanat partai. Ia mencontohkan, Hasto tetap menjalankan penugasan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri untuk mendaki gunung meski dalam kondisi mengalami cedera pada kaki.
“Bagi Mas Hasto, amanat adalah tanggung jawab yang harus ditunaikan. Itu menunjukkan konsistensinya dalam menjalankan penugasan,” ujarnya.
Menurut Untari, Hasto juga memiliki ketertarikan yang kuat terhadap pemikiran Bung Karno serta kepemimpinan Megawati Soekarnoputri. Nilai-nilai tersebut, kata dia, tidak berhenti sebagai bahan kajian, tetapi tercermin dalam sikap politik maupun aktivitas kesehariannya.
Ia menambahkan, Hasto tetap menunjukkan keberanian menyampaikan pandangan di tengah berbagai dinamika yang dihadapinya. Sikap tersebut, menurut Untari, lahir dari keyakinan terhadap prinsip yang diyakini, bukan semata-mata respons terhadap situasi politik yang sedang berkembang.
Dalam kesehariannya, Untari menggambarkan Hasto sebagai pribadi yang sederhana, dekat dengan masyarakat, gemar berbagi, serta dikenal memiliki banyak gagasan yang diupayakan untuk diwujudkan dalam kerja-kerja politik.
Untari juga menyoroti perjalanan Hasto sebagai Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan yang dipercaya Ketua Umum Megawati Soekarnoputri selama tiga periode. Menurutnya, kepercayaan tersebut merupakan bentuk konsistensi kepemimpinan yang dibangun melalui loyalitas, kapasitas, dan komitmen terhadap garis perjuangan partai.
“Bagi saya, Mas Hasto menunjukkan bahwa politik bukan hanya soal memenangkan kontestasi, tetapi juga tentang menjaga gagasan, membangun karakter, dan tetap teguh pada nilai-nilai perjuangan,” pungkas Untari.
Reporter: Pradhita|Editor: Arifin BH





.jpg)