13 July 2026

Get In Touch

FIFA Pertimbangkan Piala Dunia 2030 Diikuti 64 Tim

Presiden FIFA, Gianni Infantino. (foto:ist/Ant/dok.FIFA) 
Presiden FIFA, Gianni Infantino. (foto:ist/Ant/dok.FIFA) 

SWISS (Lentera) - Organisasi sepak bola dunia (FIFA) mempertimbangkan Piala Dunia 2030 mendatang diikuti lebih banyak tim dari berbagai negara, dibanding tahun ini yang diikuti 48 tim. 

Hal ini disampaikan Presiden FIFA, Gianni Infantino yang mengatakan bahwa pihaknya akan mulai mempertimbangkan, wacana Piala Dunia 2030 diikuti 64 tim.

Menurutnya, semakin banyak negara yang layak mendapat kesempatan untuk mewujudkan mimpi tampil di ajang sepak bola terbesar dunia tersebut.

"Wacana (penambahan peserta) ini akan dipertimbangkan setelah Piala Dunia saat ini berakhir. Saat menyelenggarakan turnamen, penting untuk mempertimbangkan tidak hanya Eropa dan Amerika Selatan, tetapi seluruh dunia," kata Infantino yang dikutip dari media Swiss, Bluewin pada Minggu (12/7/2026) melansir Antara, Senin (13/7/2026).

Menurutnya, setiap negara memiliki kesempatan untuk mewujudkan mimpi berpartisipasi di Piala Dunia. Maka dari itu, penambahan jumlah peserta harus dipertimbangkan.

Infantino menilai format Piala Dunia 2026 yang untuk pertama kalinya diikuti 48 tim telah memberikan dampak positif terhadap perkembangan sepak bola dunia. Karena itu, ia optimistis jumlah peserta masih bisa kembali ditambah pada edisi 2030.

Piala Dunia 2026 menjadi edisi pertama yang menggunakan format 48 peserta. Selain bertambahnya jumlah grup, turnamen juga menghadirkan sistem baru dengan tiket ke babak gugur yang dapat diraih melalui klasemen peringkat ketiga terbaik.

Menurut Infantino, peningkatan jumlah peserta terbukti membuat persaingan semakin merata dan membuka peluang lebih besar bagi negara-negara di luar kekuatan tradisional sepak bola.

"Turnamen yang menampilkan 48 tim nasional ini telah terbukti sangat sukses. Semua tim menunjukkan level permainan yang tinggi," ujar Infantino, seperti dikutip Sky Sports.

Ia menambahkan, keberhasilan negara-negara dari berbagai konfederasi menjadi bukti bahwa perluasan peserta memberikan manfaat bagi perkembangan sepak bola global.

"Tim dari setiap benua mencetak gol dan meraih setidaknya satu poin. Sembilan dari sepuluh tim Afrika mencapai fase gugur. Ini sekali lagi menunjukkan betapa pentingnya memberi setiap tim kesempatan," tutupnya.

 

 

Editor: Arief Sukaputra

 

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.