Kunjungan Wisata Tembus 1,4 Juta Orang per Mei, Disporapar Kota Malang Optimistis Capai Target
MALANG (Lentera) - Kunjungan wisatawan ke Kota Malang hingga Mei 2026 mencapai sekitar 1,4 juta orang, angka tersebut diprediksi akan terus naik dan bisa mencapai target 3,4 juta orang.
Kepala Dinas Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Baihaqi menyebut jumlah kunjungan wisatawan telah mencapai sekitar 1,4 juta orang per Mei 2026. Pihaknya optimistis angka tersebut terus meningkat hingga mampu mencapai target 3,4 juta kunjungan wisatawan pada akhir tahun.
"Untuk kunjungan wisatawan sendiri, lima bulan terakhir itu sudah mencapai 1,4 juta. Dan ini pasti akan ada kenaikan di bulan-bulan menjelang akhir tahun, mulai Oktober, November, Desember biasanya itu ramai-ramainya wisatawan ke Kota Malang," ujarnya, Selasa (14/7/2026).
Menurut Baihaqi, geliat sektor pariwisata juga memberikan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD). Disebutkannya, berdasarkan data realisasi sepanjang 2025, sektor-sektor penunjang industri pariwisata berhasil menyumbang ratusan miliar rupiah bagi kas daerah.
"Saya berbicara berdasarkan data realisasi, bukan target. Realisasinya untuk industri pariwisata yang meliputi pajak hotel, restoran, kemudian reklame, makan-minum itu kurang lebih Rp369 miliar selama tahun 2025. Ini luar biasa dampaknya terhadap peningkatan PAD Kota Malang," jelasnya.
Meski demikian, Baihaqi belum dapat memastikan besaran persentase kenaikan kontribusi tersebut dibanding tahun sebelumnya. Menurutnya, data mengenai pertumbuhan PAD secara keseluruhan berada di Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Malang.
Sementara itu, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat mengatakan capaian positif sektor pariwisata merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah dengan para pelaku industri pariwisata di Kota Malang.
Karena itu, pada Selasa (14/7/2026) ini, Pemkot Malang telah menggelar pertemuan bersama jejaring dan mitra kepariwisataan untuk memperkuat sinergi dalam mengembangkan sektor tersebut.
"Hari ini ada pertemuan dengan mitra kepariwisataan, jejaring pariwisata yang ada di Kota Malang. Alhamdulillah sampai dengan bulan Juni kemarin, Kota Malang mengalami perkembangan tingkat pariwisata yang signifikan," ujar Wahyu.
Menurutnya, meningkatnya aktivitas pariwisata memberikan dampak ganda (multiplier effect) terhadap perekonomian masyarakat. Berbagai sektor usaha ikut merasakan manfaat dari meningkatnya kunjungan wisatawan, mulai dari hotel, restoran, transportasi hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
"Ini kan ada multiplier effect yang dirasakan oleh masyarakat Kota Malang, juga termasuk usaha-usaha yang terlibat di sana. Baik usaha hotel, transportasi, UMKM, kemudian juga dengan restoran, dan lain-lain," katanya.
Wahyu berharap, pertumbuhan sektor pariwisata juga diimbangi dengan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kenyamanan, keamanan, dan kebersihan Kota Malang sebagai destinasi wisata.
"Tetapi kami juga berharap ada kesadaran dari masyarakat dengan menjaga perkembangan pariwisata. Makanya hari ini kami kumpulkan agar mereka tahu dan paham bahwa pemerintah ini sudah berupaya agar mendatangkan wisatawan ke Kota Malang ini juga tidak mudah," pungkasnya.
Reporter: Santi Wahyu/Editor: Ais





.jpg)