18 July 2026

Get In Touch

Serda Hengki, Korban Ledakan Gudang Amunisi yang Sejak SMA Bercita-cita Menjadi Prajurit

Rumah duka Serda Hengki Noto Susanto di Desa Sidorejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Jumat (17/7/2026). Keluarga mengenang almarhum sebagai sosok sederhana dan bertanggung jawab.
Rumah duka Serda Hengki Noto Susanto di Desa Sidorejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Jumat (17/7/2026). Keluarga mengenang almarhum sebagai sosok sederhana dan bertanggung jawab.

MADIUN (lentera) -Duka masih menyelimuti keluarga Serda Hengki Noto Susanto, prajurit Gudang Pusat Munisi (Gupusmu) II Pusat Peralatan TNI AD yang meninggal dunia dalam insiden ledakan gudang amunisi di Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun.

Di mata keluarga, Hengki dikenal sebagai sosok sederhana, bertanggung jawab, dan telah bercita-cita menjadi prajurit TNI sejak masih duduk di bangku sekolah menengah atas (SMA).

Kakak kandung almarhum, Hendri Siswo Susanto, mengatakan cita-cita tersebut akhirnya terwujud hingga Hengki mengabdikan diri sebagai prajurit TNI selama bertahun-tahun.

"Memang dari SMA cita-citanya ingin jadi tentara," kata Hendri saat ditemui di rumah duka di Desa Sidorejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Jumat (17/7/2026).

Sebelum bertugas di Gupusmu II Madiun, Hengki menjalani penugasan di Timika, Papua, selama hampir 15 tahun. Selama bertugas di Papua, istri dan kedua anaknya turut mendampingi. Sekitar dua tahun lalu, ia dipindahtugaskan ke Madiun.

Hendri menuturkan komunikasi keluarga dengan almarhum berjalan seperti biasa. Bahkan, tiga hari sebelum insiden, Hengki masih sempat menemui ibu kandungnya.

"Kalau komunikasi biasa lewat HP. Terakhir ketemu sama ibu kandung itu sekitar tiga hari sebelum kejadian," ujarnya.

Menurut Hendri, keluarga tidak merasakan firasat apa pun sebelum musibah tersebut terjadi.

"Enggak ada. Ibu, kakak, maupun istrinya juga tidak punya firasat apa-apa," katanya.

Jenazah Serda Hengki dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Sidorejo pada Kamis (16/7/2026) malam.

Hengki meninggalkan seorang istri dan dua anak. Anak sulungnya merupakan siswi kelas VI sekolah dasar, sedangkan anak keduanya masih berusia PAUD.

Hendri mengatakan, kepergian adiknya menjadi kehilangan besar bagi keluarga. Hengki merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Sementara adik bungsunya telah diangkat anak oleh kerabat sejak kecil sehingga tidak lagi tinggal bersama keluarga inti.

Seperti diketahui, ledakan diduga terjadi di Gudang Pusat Munisi (Gupusmu) II Pusat Peralatan TNI AD di Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Kamis (16/7/2026) pagi.

Akibat peristiwa tersebut, Serda Hengki Noto Susanto meninggal dunia, sementara sejumlah anggota TNI lainnya mengalami luka-luka.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, ledakan terjadi di salah satu titik di kawasan gudang amunisi pada Kamis pagi. Seluruh korban kemudian dievakuasi ke RSUD Caruban untuk mendapatkan penanganan medis.

Repoter: Wiwiet Eko Prasetyo|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.