18 July 2026

Get In Touch

Tinjau PBK di BLK Bogo Plemahan, Mas Dhito Tekankan Pentingnya Penggunaan Ilmu Pasca Pelatihan

Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana (dua dari kiri) saat meninjau Program Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) di BLK Bogo, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri, Jumat (17/7/2026).
Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana (dua dari kiri) saat meninjau Program Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) di BLK Bogo, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri, Jumat (17/7/2026).

KEDIRI (Lentera) - Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana meninjau langsung program pelatihan kerja berbasis kompetensi (PBK), yang digelar di Balai Latihan Kerja (BLK) Bogo, Kecamatan Plemahan.

Pelatihan yang diselenggarakan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Kediri ini, salah satu tujuannya menyiapkan peserta yang akan mengikuti program IM Japan atau program magang dan kerja di Jepang.

"Maka kita persiapkan anak-anak di Kabupaten Kediri, untuk mendapatkan pelajaran Bahasa Jepang," kata Bupati Kediri yang biasa disapa Mas Dhito ini, Jumat (17/7/2026).

Selain pelatihan Bahasa Jepang, ada pula pelatihan untuk kelas digital marketing, make up artis (MUA), pengelasan, barbershop, administrasi perkantoran, barista dan juga teknik sepeda motor.

Mas Dhito dalam kunjungannya, juga meninjau proses pelatihan di tiap kelas dan mengajak berkomunikasi dengan para peserta maupun instruktur. 

Waktu pelaksanaan pelatihan antara 120-240 jam pelatihan atau 15-30 hari tatap muka, tergantung dari kelas yang diikuti. Adapun tiap kelas, diikuti oleh 20 orang peserta.

Pasca pelatihan, peserta yang dinyatakan lulus akan mendapatkan sertifikat kompetensi BNSP. 

Mas Dhito menekankan, terpenting setelah lulus nanti para peserta dapat menerapkan ilmu yang diperoleh saat mengikuti pelatikan.

"Paling penting pasca pelatihan itu, mereka menggunakan ilmunya atau tidak, itu kuncinya," ucap Mas Dhito.

Sementara itu, Kepala Disnaker Kabupaten Kediri, Ibnu Imad menambahkan peserta pelatihan sejauh ini telah mengikuti pelatihan selama lima hari, khusus untuk peserta pelatihan Bahasa Jepang nantinya mereka akan mengikuti proses seleksi magang di Jepang pada 24 Agustus. 

Program pelatihan tersebut diakui menjadi salah satu upaya pemerintah, dalam menekan angka pengangguran. Dari kelas pelatihan yang ada, khusus MUA dan Barista yang pelatihannya selama 240 jam, nantinya setelah selesai akan diikutkan magang di perusahaan-perusahaan mitra.

"Harapannya mereka dapat menunjukkan skill, soft skill yang dimiliki dan dapat diterima di situ (perusahaan mitra)," tambahnya.

 

 

Reporter: Ais/Editor: Arief Sukaputra

 

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.