18 July 2026

Get In Touch

Pemain Argentina Bawa Spanduk Falkland, PM Inggris Dukung Penyelidikan FIFA

Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer. (ist)
Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer. (ist)

LONDON (Lentera) - Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, mendukung seruan Menteri Bisnis Peter Kyle agar FIFA melakukan penyelidikan secara menyeluruh terkait kemungkinan pelanggaran terhadap aturan yang melarang slogan atau pesan politik dalam pertandingan ketika sejumlah pemain Argentina melakukan aksi yang membentangkan spanduk berisi klaim atas Kepulauan Falkland usai mengalahkan Inggris pada semifinal Piala Dunia 2026.

Kantor Starmer menyatakan perdana menteri mendukung seruan Menteri Bisnis Peter Kyle agar FIFA melakukan penyelidikan secara menyeluruh terkait kemungkinan pelanggaran terhadap aturan yang melarang slogan atau pesan politik dalam pertandingan.

Menanggapi insiden tersebut, juru bicara Starmer mengatakan posisi pemerintah Inggris mengenai Kepulauan Falkland tidak berubah.

"Piala Dunia mungkin bukan milik kami, tetapi Kepulauan Falkland jelas milik kami. Posisi kami tidak berubah dan komitmen kami kepada warga Falkland tetap teguh," kata juru bicara melansir anadolu.

Kode Etik Stadion FIFA melarang penggunaan spanduk, bendera, selebaran, pakaian, maupun atribut lain yang mengandung muatan politik atau bersifat ofensif di dalam stadion.

Ia menambahkan Starmer mendukung permintaan Peter Kyle agar FIFA menyelidiki kasus itu. Namun, keputusan mengenai langkah lanjutan sepenuhnya menjadi kewenangan badan sepak bola dunia tersebut.

Kepulauan di Atlantik Selatan tersebut dikenal sebagai Falkland di Inggris dan Malvinas di Argentina. Argentina menyatakan kepulauan itu diwarisi dari Spanyol setelah memperoleh kemerdekaan pada 1816 dan menuduh Inggris mengambil alih wilayah tersebut secara ilegal pada 1833 melalui tindakan kolonial.

Kedua negara juga pernah terlibat perang singkat memperebutkan kepulauan itu pada 1982. (*)

Editor: Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.