20 July 2026

Get In Touch

Gempa Dangkal Magnitudo 4,8 Guncang Sukabumi, Tidak Berpotensi Tsunami

Peta titik pusat gempa magnitudo 4,8 yang mengguncang wilayah Kabupaten Sukabumi, Jabar, Minggu (19/7/2026).
Peta titik pusat gempa magnitudo 4,8 yang mengguncang wilayah Kabupaten Sukabumi, Jabar, Minggu (19/7/2026).

SUKABUMI (Lentera) – Peristiwa gempa bumi berkekuatan Magnitudo 4,8 dilaporkan mengguncang kawasan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dan sekitarnya, pada Minggu (19/7/2026) sekitar pukul 15.11 WIB. 

Berdasarkan data informasi resmi yang dikutip Kompas.com dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episenter gempabumi tersebut terdeteksi berlokasi di laut pada jarak sekitar 79 kilometer arah barat daya dari pusat Kabupaten Sukabumi. 

BMKG menjelaskan, bahwa gempa bumi yang terjadi kali ini merupakan jenis gempa bumi dangkal. Guncangan tersebut dipicu secara langsung, oleh adanya aktivitas deformasi batuan di dalam dasar laut. 

Hasil analisis mendalam terhadap mekanisme sumber (fault mechanism) menunjukkan, bahwa gempa bumi ini memiliki mekanisme pergerakan kombinasi geser dan naik (oblique thrust fault). 

Meski titik guncangan berada di area perairan laut lepas, hasil pemodelan numerik yang dilakukan oleh BMKG menunjukkan secara meyakinkan bahwa gempa bumi tersebut tidak menunjukkan adanya potensi ancaman bencana tsunami. 

Hingga beberapa jam pasca-guncangan utama terjadi, laporan pemantauan mutakhir dari BMKG juga mencatat, belum ada aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) yang mengiringi gempa Magnitudo 4,8 tersebut. 

Kondisi seismisitas di wilayah terdampak dilaporkan telah berangsur melandai. 

Sementara itu, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi segera melakukan pemantauan intensif di lapangan, guna mendata kemungkinan adanya dampak kerusakan sarana maupun prasarana publik. 

Manajer Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna mengungkapkan, bahwa hingga saat ini pihak pemadam kebakaran maupun relawan penanggulangan bencana di lapangan, belum menerima adanya laporan kerusakan yang dialami oleh masyarakat imbas dari gempa bumi tersebut. 

“Berdasarkan hasil pantauan WhatsApp grup P2BK se-wilayah Kabupaten Sukabumi sampai dengan saat ini pukul 16.10 WIB, belum ada laporan terdampak dari gempa tersebut dan masih Amdali (aman terkendali),” kata Daeng dalam keterangan tertulisnya yang mengutip Kompas.com pada Minggu (19/7/2026) sore. 

Menyikapi kekhawatiran publik, Daeng juga meminta, dengan sangat agar seluruh lapisan masyarakat di wilayah pesisir maupun perkotaan untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu kepanikan yang tidak bertanggung jawab atas kejadian gempa bumi ini. 

Meski situasi terpantau aman, kewaspadaan mandiri harus tetap dijaga oleh warga setempat demi mengantisipasi segala kemungkinan di lapangan. 

Pihak BPBD Kabupaten Sukabumi memastikan, bakal terus bersiaga secara penuh dan segera memberikan informasi pemutakhiran berkala kepada publik apabila di kemudian hari ditemukan adanya laporan kerusakan material bangunan akibat dampak gempa. 

“Tetap tenang, dan hati-hati apabila ada gempa susulan. Kemudian apabila ada laporan terdampak akan disampaikan secara berkala,” imbau Daeng.

 

 

Editor: Arief Sukaputra

 

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.