SIDOARJO (Lentera) - Sebagai upaya mendukung pengelolaan limbah dan kebutuhan pembakaran masyarakat, Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) menghadirkan inovasi rocket stove, media pembakaran yang lebih efisien, hemat bahan bakar, serta ramah lingkungan. Inovasi itu disambut baik warga desa Desa Kedungbocok, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo.
Inovasi rocket stove itu dilakukan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Terpadu (KKN-T) kelompok 22 UMSIDA melalui program kerja Eco Burn di Desa Kedungbocok, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo.
Ketua KKN-T Kelompok 22 UMSIDA, Nur Ahmad, menyampaikan bahwa keberhasilan pelaksanaan program Eco Burn, melalui pembuatan rocket stove, tidak lepas dari sinergi antara mahasiswa KKN-T UMSIDA, Pemerintah Desa Kedungbocok, dan masyarakat.
"Melalui kolaborasi yang baik, program Eco Burn dapat direalisasikan sesuai dengan rencana. Kami berharap rocket stove ini menjadi inovasi yang mampu mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih baik sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Kedungbocok secara berkelanjutan," ujar Nur Ahmad dalam keterangan yang diterima Senin (20/7/2026).
Dia juga menyempaikan sebelum pembuatan rocket stove dilaksanakan, tim KKN-T 22 terlebih dulu melakukan survei lokasi dan koordinasi bersama perangkat desa serta masyarakat. Kemudian, menghasilkan kesepakatan mengenai lokasi pembangunan, pembagian tugas, jadwal pelaksanaan, serta dukungan dari pemerintah desa dan warga setempat sehingga program dapat berjalan secara terarah dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
"Proses pembuatan diawali dengan persiapan bahan dan pembuatan pondasi sebagai dasar konstruksi. Selanjutnya dilakukan penyusunan bata ringan dan pembentukan ruang bakar sesuai dengan desain rocket stove yang telah dirancang," jelasnya.
Dia juga menjelaskan selama proses pengerjaan, mahasiswa KKN-T 22 dan masyarakat bekerja sama secara gotong royong sehingga setiap tahapan pembangunan dapat diselesaikan dengan baik. Kemudian, memasuki tahap akhir, tim melaksanakan proses finishing yang meliputi perapihan konstruksi, pemasangan komponen akhir, serta pengecekan fungsi rocket stove.
"Hasil pengujian menunjukkan bahwa rocket stove telah berfungsi dengan baik dan siap dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai media pembakaran yang lebih efisien dan ramah lingkungan," katanya.
Sementara itu, Kepala Dusun Kedungbocok Kulon, Edi Surso, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada mahasiswa KKN-T 22 UMSIDA atas inovasi rocket stove yang telah dibangun di Desa Kedungbocok. Menurutnya, program tersebut memberikan solusi nyata bagi masyarakat dalam mengelola sampah dengan cara yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Selain mampu menghemat penggunaan bahan bakar, rocket stove juga dinilai memiliki manfaat jangka panjang bagi warga.
Edi Surso berharap inovasi tersebut dapat terus dikembangkan sehingga memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan.
Tanggapan positif juga disampaikan Darsono, salah seorang warga setempat. Dia mengaku masyarakat merasa terbantu dengan hadirnya rocket stove yang dibangun oleh mahasiswa KKN-T UMSIDA. Menurutnya, fasilitas tersebut mampu meningkatkan efisiensi proses pembakaran sekaligus mengurangi kebutuhan bahan bakar.
"Kami merasa terbantu dengan adanya rocket stove ini. Selain proses pembakaran menjadi lebih efisien, penggunaan bahan bakar juga lebih hemat. Harapannya, fasilitas ini dapat dimanfaatkan bersama dan dirawat dengan baik agar manfaatnya bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat," tuturnya. (*)
Editor: Lutfiyu Handi





.jpg)