25 July 2026

Get In Touch

Warga Trenggalek Lolos Kompetisi Esai Internasional di Thailand, Mas Ipin Apresiasi Inovasi Pendidikan Inklusif

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menerima Virginia Viradita Salsabila, mahasiswi S2 Pendidikan Luar Biasa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), di Pendapa Manggala Praja Nugraha, Kamis (23/7/2026). Pertemuan tersebut membahas inovasi Smart Visual Bell
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menerima Virginia Viradita Salsabila, mahasiswi S2 Pendidikan Luar Biasa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), di Pendapa Manggala Praja Nugraha, Kamis (23/7/2026). Pertemuan tersebut membahas inovasi Smart Visual Bell

TRENGGALEK (Lentera) -Virginia Viradita Salsabila, warga Kelurahan Sumbergedong, Kabupaten Trenggalek, berhasil mengharumkan nama daerah setelah lolos sebagai peserta International Essay Competition di Chiang Mai, Thailand.

Mahasiswi Program Magister (S2) Pendidikan Luar Biasa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) itu bersama tiga rekannya mengembangkan inovasi Smart Visual Bell System (SVBS) untuk mendukung pendidikan inklusif bagi penyandang gangguan pendengaran.

Keberhasilan tersebut mendapat apresiasi dari Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin yang menerima audiensi Virginia di Pendapa Manggala Praja Nugraha, Kamis (23/7/2026). Menurutnya, inovasi yang lahir dari kalangan akademisi dapat menjadi masukan bagi pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan inklusif.

"Saya senang Mbak Salsa mendapat kesempatan mengaktualisasikan ilmunya sampai ke tingkat internasional. Apalagi beliau juga sedang menyusun tesis dengan salah satu objek penelitian di Trenggalek," kata Mas Ipin.

Mas Ipin menilai riset yang dilakukan Virginia tidak hanya bermanfaat untuk kepentingan akademik, tetapi juga berpotensi menjadi dasar pengembangan kebijakan pendidikan di Kabupaten Trenggalek.

"Kita sama-sama ingin pendidikan yang inklusif. Memang butuh waktu dan sumber daya manusia, tetapi riset-riset seperti ini, baik dalam bentuk tesis maupun esai, akan menjadi masukan yang sangat bermanfaat untuk mempercepat terwujudnya pendidikan inklusif di Kabupaten Trenggalek," ujarnya.

Virginia Viradita Salsabila mengatakan dirinya bersama tiga mahasiswa dari berbagai daerah akan mewakili Indonesia dalam 10th Faperta Fair (Futuristics and Prestige Research, Technology and Art) di Chiang Mai, Thailand.

"Hari ini kami bertemu Pak Bupati untuk menyampaikan rencana mengikuti lomba esai di Thailand. Saya sebagai warga Trenggalek sekaligus mahasiswa S2 Pendidikan Luar Biasa Universitas Negeri Yogyakarta merasa bangga bisa membawa nama daerah di ajang internasional," ujar Virginia.

Dijelaskannya, esai yang diusung timnya mengangkat Smart Visual Bell System (SVBS), sebuah alat bantu yang masih berupa prototipe untuk memudahkan siswa dengan hambatan pendengaran menerima informasi di lingkungan sekolah.

"Harapan kami, inovasi ini bisa terus dikembangkan sehingga dapat diterapkan di sekolah-sekolah dan membantu teman-teman dengan hambatan pendengaran, baik di Trenggalek maupun daerah lainnya," tuturnya.

Melihat potensi inovasi tersebut, Mas Ipin mendorong Virginia dan timnya mengikuti Festival Gagasan Kabupaten Trenggalek apabila prototipe yang dikembangkan telah terbukti efektif.

"Kalau nanti inovasinya terbukti berhasil, saya sarankan ikut Festival Gagasan. Gagasan terbaik akan mendapatkan dukungan pembiayaan agar bisa diwujudkan dan dimanfaatkan masyarakat," pungkasnya.

Reporter: Herlambang|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.