28 July 2026

Get In Touch

Dhoho Night Carnival 2026, Busana Mbak Wali Tuai Pujian Utusan Khusus Presiden

Busana khas tenun ikat Bandar Kota Kediri yang dikenakan Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati pada gelaran Dhoho Night Carnival (DNC) 2026 menuai pujian utusan khusus presiden.
Busana khas tenun ikat Bandar Kota Kediri yang dikenakan Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati pada gelaran Dhoho Night Carnival (DNC) 2026 menuai pujian utusan khusus presiden.

KEDIRI (Lentera) - Gelaran Dhoho Night Carnival (DNC) 2026, pada Minggu (26/7/2026), malam tidak hanya menyedot perhatian ribuan warga Kota Kediri, tetapi juga menyisakan cerita menarik dari panggung utama.

Busana yang dikenakan oleh Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati yang biasa disapa Mbak Wali sukses tampil memukau, hingga menuai apresiasi langsung dari Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata, Zita Anjani.

Hadir menyaksikan kemeriahan agenda tahunan tersebut, Zita Anjani tak ragu melayangkan pujian atas keindahan busana bernuansa wastra lokal yang dibawakan oleh Mbak Wali di panggung karnaval.

"Dhoho Night Carnival tahun ini sangat luar biasa. Tampilan Mbak Wali dengan busana khas Tenun Ikat Bandar Kediri sungguh memukau dan anggun. Ini adalah contoh konkret bagaimana tradisi, estetika, dan ekonomi kreatif lokal bisa dikemas begitu megah hingga layak menjadi daya tarik pariwisata berkelas nasional," puji Zita Anjani saat menghadiri acara tersebut.

Di balik pendar lampu parade dan pujian dari tingkat nasional tersebut, tersimpan proses kreatif mendalam dari perancang busana lokal ternama asal Kediri, Zeti dan Ali Mustafa dari Zalma Boutique.Zeti, yang bertindak sebagai konsultan desain sekaligus produsen busana resmi untuk acara ini, mengungkapkan bahwa karya yang dikenakan Mbak Wali diangkat dari nilai-nilai histori lokal yang kuat.

"Proses kreatifnya terinspirasi langsung dari kejayaan sejarah Kerajaan Kediri. Kami ingin memadukan unsur keagungan sejarah tersebut dengan material khas kebanggaan daerah, yaitu Tenun Ikat Bandar Kediri," ujarnya dalam keterangan dikutip, Senin (27/7/2026).

Langkah ini sengaja diambil sebagai upaya nyata, untuk mempromosikan wastra khas Kediri ke panggung yang lebih luas. Namun, mewujudkan busana bernuansa kerajaan untuk agenda karnaval malam hari diakui Zeti, bukanlah perkara mudah.

Pihaknya menghadapi tantangan teknis yang cukup dinamis, terutama dalam menyelaraskan antara visual panggung dan fungsi kepraktisan.

"Tantangan teknis utamanya adalah menyelaraskan estetika yang glamor untuk panggung malam hari dengan kenyamanan praktis bagi pemakainya. Busana ini harus tetap terlihat megah di bawah pendar lampu parade, tetapi di sisi lain juga harus fleksibel, nyaman, serta mudah dipakai dan dilepas agar Mbak Wali tetap leluasa berinteraksi menyapa warga sepanjang rute parade," jelasnya.

Menariknya lagi, pengerjaan busana berkelas nasional ini diselesaikan secara intensif dalam durasi yang sangat singkat. Tim Zalma Boutique, melakoni proses produksi maraton hanya dalam kurun waktu empat hari.

Meski dengan tenggat waktu yang terbilang singkat dan tantangan desain yang kompleks, hasil akhir yang dipresentasikan terbukti mampu menyihir para penonton hingga pejabat negara yang hadir.

Zeti pun tak dapat menyembunyikan rasa bangga dan kepuasannya, atas apresiasi luas yang diterima karya tersebut.

"Tentu ada rasa puas dan bangga yang luar biasa saat melihat hasil akhir busana ini dipresentasikan dengan sangat anggun oleh Mbak Wali di panggung DNC. Ini bukti bahwa karya lokal Kediri mampu tampil memikat," pungkasnya.

Melalui perpaduan antara kepemimpinan muda, keindahan Tenun Bandar, dan tangan dingin desainer lokal. Busana Mbak Wali di Dhoho Night Carnival 2026 sukses membuktikan, bahwa warisan budaya Kota Kediri memiliki daya saing tinggi yang patut diperhitungkan di kancah nasional.

 

Reporter: Ais/Editor: Arief Sukaputra

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.