29 July 2026

Get In Touch

Dosen ITS Kembangkan Sistem Kendali Otonom Modular pada Mobil Listrik

Mobil otonom yang dikembangkan oleh STP ICT dan Robotika ITS saat diuji coba oleh Menteri Lingkungan Hidup RI Mohammad Jumhur Hidayat. (ITS)
Mobil otonom yang dikembangkan oleh STP ICT dan Robotika ITS saat diuji coba oleh Menteri Lingkungan Hidup RI Mohammad Jumhur Hidayat. (ITS)

SURABAYA (Lentera) - Dosen Departemen Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Dr Rudy Dikairono ST MT bersama tim. Rudy melihat tren global terkait kendaraan dengan kemudi otonom akan menjadi kebutuhan masyarakat dunia di masa depan. Mereka pun turut mengembangkan system kendali otonom modular pada mobil listrik.

Untuk diketahuim, tren mobil listrik di tengah kemajuan teknologi otomotif saat ini menjadi fenomena yang tak terelakkan, sebab menawarkan keunggulannya yang ramah lingkungan serta biaya operasional dan perawatan yang lebih murah. Menariknya, bahkan di beberapa negara maju seperti Amerika Serikat, sudah ada jenis mobil listrik tanpa pengemudi atau otonom, yakni robotaxi. 

Rudy mengungkapkan bahwa saat ini fitur otonom telah banyak tersedia pada merek mobil kelas atas seperti Tesla dan BMW. Sedangkan pada mobil kelas mid-low, hanya sebatas pada fitur Advanced Driver Assistance System (ADAS). Ia memilih melakukan pengembangan pada salah satu jenis mobil listrik yang sudah beredar di Indonesia. “Untuk mobil yang sudah memiliki ADAS seperti ini, kita lakukan pergantian sistemnya dengan kita matikan ADAS bawaan dari mobilnya,” terang Rudy melansir humas ITS, Selasa (28/7/2026).

Dengan demikian, pakar Robotika dan Sistem Cerdas ITS ini mengungkapkan bahwa implementasi pada mobil listrik lebih mudah dalam integrasi sistem elektroniknya. Melalui sistem yang dikembangkan oleh timnya, memungkinkan kendaraan untuk beroperasi dalam dua mode, yakni manual maupun otonom. “Kami ingin menghadirkan solusi otonom yang lebih inklusif dan terjangkau,” ungkap Manajer Senior STP ICT dan Robotika ITS tersebut.

Melalui sisi teknisnya, sistem otonom yang Rudy terapkan pada mobil listrik ini mengusung konsep modular dengan menambahkan berbagai sensor canggih lainnya. Mulai dari teknologi Light Detection and Ranging (LiDAR) yang merupakan sensor laser untuk mengukur jarak, serta Global Positioning System (GPS) atau peta. Kombinasi tersebut membantu kendaraan dalam membaca kondisi lingkungan secara komprehensif. “Sistem kami membuat mobil mampu mengenali lingkungan dan menentukan rute secara mandiri,” paparnya.

Lebih lanjut, sistem cerdas navigasi juga dikembangkan Rudy sehingga mobil mampu menentukan titik tujuan dan jalur perjalanan secara otomatis. Mobil dapat menyesuaikan rute berdasarkan kondisi yang dihadapi di jalanan. Inovasi ini dinilai memiliki potensi besar untuk menarik minat industri otomotif dan teknologi.

Uji coba sistem pada mobil listrik ini telah dilakukan di lingkungan kampus ITS dengan mempertimbangkan regulasi yang berlaku di Indonesia. Hasilnya, kendaraan mampu mendeteksi hambatan di depan dan merespons secara adaptif. “Kami terus meningkatkan aspek keamanan agar kendaraan semakin responsif terhadap kondisi jalan,” tutur Rudy.

Ke depan, pengembangan akan difokuskan pada peningkatan kemampuan seperti manuver menyalip dan penyesuaian kecepatan otomatis. Tak hanya untuk mobil, sistem ini juga direncanakan untuk diterapkan pada sektor lain seperti pertanian dan industri. “Kami terbuka untuk kolaborasi dengan industri agar inovasi ini bisa diimplementasikan lebih luas,” tutupnya.

Inovasi ini sejalan dengan komitmen ITS dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya pada SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan teknologi sistem kendali otonom pada kendaraan. (*)

Editor: Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.