MALANG (Lentera) -Sapta Rona Pesona 2026 tidak sekadar menjadi ajang pameran produk UMKM. Bank Indonesia (BI) ingin kegiatan yang mengusung kolaborasi 7 daerah di wilayah kerja BI Malang itu menjadi momentum memperkuat daya saing UMKM agar naik kelas melalui perluasan akses pasar, digitalisasi, dan pembiayaan.
"Kami berharap Sapta Rona Pesona 2026 ini tidak berhenti sebagai rangkaian seremonial, tetapi juga menjadi momentum awal bagi lahirnya lebih banyak lagi UMKM yang naik kelas, berkualitas, dan membuka akses pasar yang seluas-luasnya termasuk untuk pembiayaan,," ujar Kepala Kantor Perwakilan BI Malang, Indra Kuspriyadi, Kamis (30/7/2026).
Sapta Rona Pesona 2026 digelar pada 30 Juli hingga 2 Agustus 2026 di Grand Hall Malang Town Square (Matos) dengan mengusung tema "Satu Pesona Tujuh Daerah: Menguatkan UMKM, Pariwisata, Melalui Digitalisasi, Keuangan Inklusif dan Syariah."
Kegiatan tersebut menghadirkan pameran, perdagangan, talkshow, workshop, hingga berbagai kompetisi yang melibatkan pemerintah daerah, pelaku usaha, perbankan, komunitas, dan masyarakat.
Selain memperluas akses pasar, Indra menyebut, BI juga terus mendorong percepatan digitalisasi transaksi sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah.
Dijelaskannya, penyelenggaraan Sapta Rona Pesona tahun ini tidak hanya dipusatkan di Kota Malang. Berbagai kegiatan pendukung juga digelar di sejumlah daerah lain dalam wilayah kerja BI Malang di antaranya Kota Batu, Kabupaten Malang, Pasuruan, hingga Probolinggo.
Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Rifki Ismal, mengatakan Sapta Rona Pesona merupakan bagian dari rangkaian nasional Karya Kreatif Indonesia (KKI) sekaligus Festival Ekonomi Syariah (FESyar) wilayah Jawa.
Menurut Rifki, pengembangan UMKM menjadi salah satu prioritas utama Bank Indonesia karena sektor tersebut memiliki peran strategis terhadap perekonomian nasional maupun Jawa Timur.
Ia mengungkapkan, berdasarkan data Kementerian UMKM, Indonesia memiliki sekitar 65,5 juta UMKM yang menguasai sekitar 99 persen unit usaha nasional. Kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai sekitar 62 persen, sementara 97 persen tenaga kerja nasional bekerja di sektor UMKM.
Di Jawa Timur, katanya, peran UMKM juga sangat dominan dengan kontribusi sekitar 60 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) serta menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja.
Karena itu, menurut Rifki, BI akan terus memperkuat strategi pengembangan UMKM melalui tiga pilar utama, yakni mendorong korporatisasi UMKM, memperkuat sinergi dengan kementerian, lembaga, dan berbagai pemangku kepentingan, serta memperluas akses pembiayaan melalui sektor perbankan.
Sebagai informasi, selama 4 hari penyelenggaraan, Sapta Rona Pesona 2026 menghadirkan beragam kegiatan bagi masyarakat. Hari pertama diisi dengan Opening Ceremony, Talk Show Fashion Trend Forecast 2026/2027, Workshop Latte Art, dan Ranking Satu Kebanksentralan (GenBI).
Pada hari kedua, masyarakat dapat mengikuti Zumba dan cek kesehatan gratis, Manual Brew Competition, SPECTRA (Smart Protection, Education and Consumer Transformation), pelatihan UMKM Go Digital, Literasi Ekonomi Syariah, Lomba Mobile Legends antar-SMA, sosialisasi QRIS, hingga pemilihan Duta UMKM dan Kopi GenBI.
Memasuki hari ketiga, kegiatan dilanjutkan dengan Semi Final Lomba Dai Cilik dan Dai & Daiyah, Bankers Idol, serta Final Bankers Idol dan pengumuman pemenang.
Sementara pada hari penutupan, masyarakat dapat mengikuti Lomba Menggambar tingkat SD, Edukasi Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah, Final Lomba SATRIA, Talk Show Coffee Hulu ke Hilir, sebelum acara resmi ditutup melalui Closing Ceremony.
Reporter: Santi Wahyu|Editor: Arifin BH





.jpg)