31 July 2026

Get In Touch

SRT 1 Trenggalek Gelar Open House, Siswa Mulai Tempati Kampus Permanen

Ratusan orang tua siswa menghadiri kegiatan open house di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Trenggalek, Jumat (31/7/2026), untuk mengenal lingkungan kampus baru sebelum dimulainya aktivitas belajar mengajar di kompleks permanen.
Ratusan orang tua siswa menghadiri kegiatan open house di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Trenggalek, Jumat (31/7/2026), untuk mengenal lingkungan kampus baru sebelum dimulainya aktivitas belajar mengajar di kompleks permanen.

TRENGGALEK (Lentera) – Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Trenggalek resmi memperkenalkan kompleks sekolah permanennya kepada ratusan orang tua siswa melalui kegiatan open house, Jumat (31/7/2026). Meski sebagian pembangunan masih berlangsung, kegiatan belajar mengajar dipastikan tetap berjalan dan siswa angkatan pertama mulai menempati fasilitas baru.

 Person in Charge (PIC) SRT 1 Trenggalek dari Kementerian Sosial RI, Laode Taufik Nuryadin, mengatakan kegiatan open house menjadi kesempatan bagi orang tua untuk melihat langsung lingkungan sekolah sekaligus memahami kondisi fasilitas yang masih dalam proses penyelesaian.

 "Hari ini kami mengundang orang tua siswa angkatan pertama maupun siswa baru agar mereka mengetahui kondisi sekolah yang baru. Dengan memahami situasi yang ada, kami berharap orang tua bisa memberikan dukungan kepada anak-anak agar tetap semangat dan gigih mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat," ujar Laode.

 Ia menjelaskan, saat ini terdapat 75 siswa angkatan pertama dan sekitar 240 siswa baru yang akan menempuh pendidikan di SRT 1 Trenggalek. Siswa angkatan pertama yang sebelumnya belajar di gedung Balai Latihan Kerja (BLK) milik Pemerintah Kabupaten Trenggalek mulai dipindahkan ke kampus permanen.

 Menurut Laode, meski pekerjaan konstruksi belum sepenuhnya rampung, fasilitas utama seperti asrama dan ruang kelas SMP sudah siap dimanfaatkan. Sementara penyelesaian pada bangunan SD dan SMA masih difokuskan pada pekerjaan pendukung seperti instalasi listrik dan penyempurnaan bangunan.

 "Insyaallah proses pembelajaran tidak terganggu. Asrama dan ruang kelas yang sudah siap langsung difungsikan, sedangkan beberapa bagian lain masih tahap penyelesaian," katanya.

 Laode juga mengungkapkan bahwa nama SRT 50 Trenggalek kini resmi berubah menjadi SRT 1 Trenggalek. Perubahan tersebut merupakan penyesuaian nomenklatur untuk Sekolah Rakyat tingkat kabupaten/kota.

 "Dulu menggunakan nama SRT 50 karena masih sekolah rintisan. Sekarang penamaannya menjadi SRT 1 Trenggalek untuk tingkat kabupaten atau kota," jelasnya.

 Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono, menyebut kehadiran Sekolah Rakyat merupakan bentuk nyata kolaborasi pemerintah pusat dan daerah dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu maupun yang sempat putus sekolah.

 "Ini merupakan program strategis nasional sebagai pelaksanaan Inpres Nomor 8 Tahun 2025 tentang pengentasan kemiskinan. Kami berterima kasih kepada Kementerian Sosial dan Kementerian Pekerjaan Umum karena program ini membuka kesempatan bagi anak-anak yang putus sekolah maupun yang belum sempat bersekolah untuk kembali mendapatkan pendidikan," kata Triadi. (*)

 

 

Reporter: Herlambang
Editor: Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.