04 August 2026

Get In Touch

Kejar Swasembada Pangan, Madiun Targetkan Produktivitas Padi 10 Ton per Hektar

Bupati Madiun Hari Wuryanto foto bersama petani dan penyuluh pertanian usai kegiatan Sinergitas Peran Strategis Petani dalam Mendukung Ketahanan Pangan Menuju Kabupaten Madiun Bersahaja di Puspem Mejayan, Senin (3/8/2026).
Bupati Madiun Hari Wuryanto foto bersama petani dan penyuluh pertanian usai kegiatan Sinergitas Peran Strategis Petani dalam Mendukung Ketahanan Pangan Menuju Kabupaten Madiun Bersahaja di Puspem Mejayan, Senin (3/8/2026).

MADIUN (Lentera) — Pemerintah Kabupaten Madiun menargetkan produktivitas padi meningkat dari rata-rata sekitar 7 ton menjadi 10 ton per hektar. Target tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Bupati Madiun Hari Wuryanto mengatakan, peningkatan produktivitas pertanian perlu didukung sinergi antara pemerintah, petani, dan penyuluh pertanian. Berbagai program pendukung swasembada pangan juga terus diperkuat.

Hal itu disampaikan Hari dalam kegiatan Sinergitas Peran Strategis Petani dalam Mendukung Ketahanan Pangan Menuju Kabupaten Madiun Bersahaja di Ruang Rapat Eka Kapti, Pusat Pemerintahan Kabupaten Madiun, Senin (3/8/2026).

Menurut Hari, penguatan sektor pertanian merupakan bagian dari implementasi program unggulan Petani dan Peternak Sejahtera (Pepes). Program tersebut diarahkan untuk mendorong pertanian yang mandiri, berdaya saing, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Madiun menindaklanjuti program strategis nasional melalui misi ketiga Madiun Bersahaja dengan Program Unggulan Petani dan Peternak Sejahtera (Pepes) guna mewujudkan pertanian yang mandiri, berdaya saing, dan mensejahterakan masyarakat,” kata Hari.

Hari mengatakan, peningkatan hasil pertanian tidak cukup hanya mengandalkan kerja keras petani. Dukungan pemerintah diperlukan, terutama dalam penyediaan sarana produksi dan infrastruktur pertanian.

Pemkab Madiun, lanjut dia, akan mengoptimalkan bantuan benih unggul, pupuk bersubsidi, penyuluhan budidaya, perluasan areal tanam, pembangunan irigasi dan perpompaan, serta penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan).

“Bantuan pertanian harus dimanfaatkan sesuai peruntukannya agar target swasembada pangan tercapai, produktivitas meningkat, dan biaya produksi semakin efisien,” ujarnya.

Hari menyebut produktivitas padi di Kabupaten Madiun saat ini rata-rata sekitar 7 ton per hektar. Namun, dia menilai angka tersebut masih dapat ditingkatkan.

“Saya pernah berkunjung ke beberapa daerah, hasil panennya sudah bisa mencapai 10 ton per hektar. Insyaallah Kabupaten Madiun juga bisa,” katanya.

Selain mengejar peningkatan produksi, Hari meminta pengelolaan air pertanian dilakukan secara efektif dan efisien, terutama menghadapi musim kemarau.

Menurut dia, ketersediaan air menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga produktivitas lahan pertanian. Karena itu, pemanfaatan air harus dikelola dengan baik agar tidak terbuang percuma.

“Pemanfaatan air harus benar-benar diefektifkan dan diefisienkan. Manajemen air sangat penting agar tidak terbuang sia-sia,” kata Hari.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun Ndaru Kendaryanto mengatakan, pemerintah daerah terus memperkuat infrastruktur pendukung pertanian.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengusulkan pembangunan irigasi perpompaan di 30 titik yang tersebar di 15 kecamatan.

“Pada 27 Juli 2026 telah dilakukan verifikasi dan pemberkasan di Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian terhadap proposal usulan irigasi perpompaan di 30 titik yang tersebar di 15 kecamatan,” ujar Ndaru.

Menurut dia, pembangunan dan penguatan sarana irigasi diharapkan dapat mendukung ketersediaan air bagi lahan pertanian sekaligus menjaga kesinambungan produksi.

Ndaru menambahkan, sinergi antara pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan petani menjadi faktor penting untuk mewujudkan sektor pertanian yang maju, mandiri, dan modern.

Upaya tersebut sekaligus diharapkan mampu menjaga stabilitas produksi pangan serta mendorong peningkatan kesejahteraan petani di Kabupaten Madiun. (*)

 

Reportee : Wiwiet Eko Prasetyo
Editor: Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.