HAMPIR setahun setelah Menteri Keuangan (Menkeu)Purbaya Yudhi Sadewa melontarkan pernyataan, "kalau saya mending nggak bayar", saat membahas opsi penyelesaian utang Kereta Cepat Jakarta–Bandung (Whoosh), kondisi sebaliknya kini terjadi. Pemerintah kini mengalihkan penanganan restrukturisasi proyek tersebut dari Danantara kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Selain menangani restrukturisasi, Kemenkeu juga akan mengelola 60 persen saham Indonesia di PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) melalui salah satu Special Mission Vehicle (SMV). Pemerintah belum mengungkap besaran utang yang akan direstrukturisasi karena masih dalam proses penghitungan dan ditargetkan diumumkan bersamaan dengan rampungnya pengalihan aset pada pertengahan September 2026. Restrukturisasi dilakukan terhadap proyek Whoosh yang nilai investasinya membengkak dari sekitar US$6,07 miliar menjadi US$7,27 miliar. Skema pembiayaan proyek tersebut terdiri atas sekitar 75 persen pinjaman dari China Development Bank (CDB) dan sekitar 25 persen ekuitas yang disetor konsorsium Indonesia dan China. BACA BERITA LENGKAP, KLIK DISINI https://lenteratoday.com/upload/Epaper/06082026%20(1).pdf





.jpg)