07 August 2026

Get In Touch

Relawan Guru di Trenggalek Ciptakan Aplikasi Android untuk Permudah Belajar Siswa

Relawan guru SDN 2 Gandusari, Fredika Ramanda Putra, memperkenalkan aplikasi pembelajaran berbasis Android “Segarda Kelas 2” kepada para guru dan wali murid sebagai media belajar yang dapat digunakan siswa di sekolah maupun di rumah.
Relawan guru SDN 2 Gandusari, Fredika Ramanda Putra, memperkenalkan aplikasi pembelajaran berbasis Android “Segarda Kelas 2” kepada para guru dan wali murid sebagai media belajar yang dapat digunakan siswa di sekolah maupun di rumah.

TRENGGALEK (Lentera) – Keterbatasan status sebagai relawan guru tidak menghalangi Fredika Ramanda Putra untuk menghadirkan inovasi di dunia pendidikan. Guru kelas 2 SDN 2 Gandusari itu mengembangkan aplikasi pembelajaran berbasis Android bernama Segarda Kelas 2 yang kini dimanfaatkan sebagai media belajar siswa, baik saat proses pembelajaran di kelas maupun ketika belajar di rumah.

 Fredika, warga Desa Sukorejo, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek, mengembangkan aplikasi tersebut setelah melihat peserta didiknya sudah akrab dengan penggunaan telepon genggam milik orang tua. Kondisi itu menjadi peluang untuk menghadirkan media belajar yang lebih menarik dan mudah diakses.

 "Aplikasi ini saya buat agar siswa yang sebelumnya cenderung pasif bisa lebih aktif dan memiliki rasa ingin tahu yang lebih tinggi. Selain itu, mereka juga dapat menggunakannya untuk belajar di rumah karena sekarang anak-anak sudah mengenal internet dan HP sejak dini," ujar Fredika, Kamis (6/8/2026).

 Segarda Kelas 2 versi 1.0 memuat materi lima mata pelajaran, dilengkapi buku digital, lagu kebangsaan, lagu daerah, lagu anak-anak, permainan edukasi, menu perkembangan nilai, hingga informasi pengembang. Aplikasi tersebut dapat digunakan tanpa login sehingga lebih mudah dioperasikan oleh siswa sekolah dasar.

 Ide pengembangan aplikasi itu berawal dari pengalaman Fredika saat mengikuti lomba media pembelajaran tingkat nasional di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) ketika masih menjadi mahasiswa STKIP PGRI Trenggalek. Pengalaman tersebut kemudian dikembangkan menjadi penelitian skripsi mengenai media pembelajaran berbasis game edukasi.

 "Pengalaman mengikuti kompetisi media pembelajaran saat kuliah menjadi motivasi saya untuk terus mengembangkan inovasi. Setelah mengajar, saya melihat kebutuhan siswa di lapangan sehingga lahirlah aplikasi ini," katanya.

 Pembuatan aplikasi memakan waktu sekitar tiga bulan. Sebelum digunakan dalam pembelajaran, aplikasi lebih dulu melalui tahap uji coba untuk memastikan seluruh fitur berjalan dengan baik. Sekolah juga memberikan sosialisasi kepada orang tua siswa mengenai cara memasang dan menggunakan aplikasi.

 Menurut Fredika, tanggapan orang tua cukup positif karena proses instalasi dinilai sederhana dan aplikasi mudah dipakai oleh anak-anak.

 "Masukan dari orang tua lebih banyak terkait proses pemasangan aplikasi. Setelah dicoba, ternyata mudah diinstal dan langsung bisa dimanfaatkan sebagai media belajar anak di rumah," jelasnya.

 Sejak mulai diterapkan pada awal tahun ajaran baru, Segarda Kelas 2 digunakan hampir setiap hari. Selain mendukung penyampaian materi di kelas, guru juga memanfaatkannya untuk memberikan tugas yang dapat dikerjakan siswa dari rumah.

 Guru kelas 5 SDN 2 Gandusari, Palupi Mahardika, menilai inovasi tersebut mampu menjawab kebutuhan pembelajaran di era digital. Ia bahkan berencana mengadopsi konsep serupa untuk peserta didik di kelasnya.

 "Anak-anak sekarang sudah sangat dekat dengan gadget. Karena itu, akan lebih bermanfaat jika perangkat tersebut dimanfaatkan sebagai media pembelajaran. Aplikasi seperti ini bisa membantu siswa belajar dengan cara yang lebih menarik," tutur Palupi.

 Bagi Fredika, pemanfaatan teknologi bukan untuk menggantikan peran guru, melainkan menjadi sarana pendukung agar proses belajar semakin efektif dan menyenangkan. Melalui inovasi tersebut, ia berharap pembelajaran dapat lebih dekat dengan keseharian siswa sekaligus meningkatkan minat belajar mereka di era digital. (*)

 

 

Reporter: Herlambang
Editor: Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.